Warga Craken, Keluhkan Pengaspalan Hotmix
Aspal Hotmix Yang Ada Di Jalan Jalur Munjungan - Panggul, Desa Craken, Kecamatan Munjungan, Trenggalek.
By: gunawan
8 Nov 2019 17:06
 
 

Trenggalek (BM) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus jeli lagi dalam menentukan perusahaan pemenang tender lelang pembangunan infrastuktur, dan jangan asal menentukan pemenang karena penawaran yang murah. Pasalnya, lagi-lagi karena penentuan pemenang lelang tidak tepat, membuat kontraktor melakukan pengerjaan seenaknya, hingga tidak memenuhi kualifikasi.  Hal ini seperti yang terlihat di pekerjaan peningkatan jalan jalur Munjungan – Panggul, masuk Desa Craken, Kecamatan Munjungan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi pengaspalan hotmix di daerah tersebut jauh dari kata layak. Betapa tidak, sekitar dua hari pengaspalan, banyak bagian yang telah mengelupas. Bahkan pengaspalan sendiri bisa mengelupas hanya dengan disapu menggunakan kaki saja. Tak ayal hal tersebut membahayakan masyarakat setempat yang melaluinya. Mengingat dengan kondisi jalan yang menanjak dan aspal tak lengket, membuat pengendara mudah tergelincir.

“Sebenarnya kami telah menyambut baik akan pengaspalan ini dengan harapan jalan bisa lebih baik lagi, namun dengan kondisi pengerjaan seperti ini sangat mengecewakan,”ungkap salah satu warga setempat Hanung Kurniawan.

Dia melanjutkan, sebenarnya keanehan pengerjaan proyek tersebut telah dirasakan masyarakat sejak sekitar satu bulan setelah dimulainya Surat Perjanjian Kerja (SPK). Alasannya, kendati SPK telah turun sekitar bulan Juli lalu, namun proses pengerjaanya baru dilakukan pada akhir September. Bukan hanya itu, kontraktor cenderung mengulur-ngulur waktu pengerjaan, sebab setelah satu hari dikerjaan, hari berikutnya berhenti hingga lebih dari dua hari, dan hal it uterus berulang-ulang. Tak ayal, dengan kondisi tersebut saat ini proses pengerjaan hanya dilakukan sekitar 2,5 kilometer saja, dari target sekitar 17 kilometer.

“Melihat keanehan itu kami sering berbicara dengan pihak kontraktor, namun mereka selalu saja bilang akan di benahi dan ternyata kenyataannya hasilnya tetap buruk. Dan setiap kali pengerjaan selalu ada halangan seperti alat yang rusak,” katanya.

Sedangkan terkait masalah yang membuat mengapa aspal mudah terkelupas ketika digelar, masyarakat tidak tahu secara pasti, namun dimungkinkan karena material aspal sendiri kurang memenuhi syarat. Itu terlihat, ketika aspal yang diambil dari wilayah Nganjuk tiba dilokasi dalam kondisi panas tidak langsung digelar. Alasannya masih menunggu alat untuk dilakukan penggelaran datang. Dari situ ketika alat tersebut datang, aspal sudah dalam keadaan dingin namun tetap digelar.

“Karena itu pengerjaan ini kami nilai sudah tidak layak lagi. Semoga saja kontraktor sadar dan mau memperbaiki pekerjaanya, sebab kami tidak menuntut apa-apa, selain pengerjaan yang benar,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan seorang warga lainnya Samsul Arifin. Menurut dia, dengan kondisi tersebut rata-rata setiap hari selalu ada lima masyarakat yang mengalami kecelakaan ketika melintas. Hal itu karena warga menanggap aspal yang ada di lokasi sama seperti aspal hotmix pada umumnya, sehingga ketika dilokasi tetap melaju dengan kecepatan normal. Namun siapa sangka dengan kondisi aspal yang mudah mengelupas tersebut ketika memasuki jalan menurun dan melakukan pengereman ada yang langsung tergelincir.

“Dengan kondisi seperti ni kami berharap agar segera diperbaiki, sebab jangan sampai menunggu korban,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait hal ini Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek belum bisa memberikan klarifikasi. Sebab ketika koran ini mencoba ke kantor yang berada di Jalan Suriyadi, Trenggalek, Jumat (8/11), yang menangani tidak ada dilokasi.  Selain itu berdasarkan data yang didapat koran ini dari Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pemenang lelang dalam proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut adalah PT. Ridlatama Bangun Usaha dari Mojokerto. Tercatat nilai pagu pada kegiatan tersebut sebesar Rp 13,5 miliar. Perusahaan tersebut memenangkan tender setelah melakukan penawaran Rp 10.801 milyar lebih. (gun.jaz)


Create Account



Log In Your Account