TPA Segawe Pagerwojo Di Segel, Komisi D, Penuhi Tuntutan Perbankan Jalan
Suprapto, Anggota Komisi D Di DPRD Tulungagung, Saat Menjelaskan Kepada Ratusan Warga Yang Demo Di TPA Segawe, Kecamatan Pagerwojo
By: gunawan
30 Okt 2019 17:18
 
 

Tulungagung (BM) - Ratusan warga dari kecamatan Pagerwojo yang sempat menyegel Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menuntut perbaikan jalan rusak, akhirnya di setujui oleh anggota Komisi D DPRD Tulungagung.

Pemenuhan tuntutan itu di sampaikan oleh Suprapto dan Saiful Anwar dari Komisi D DPRD Tulungagung, serta Pj kepala PUPR Dwi Hari Subagio, yang berunjuk rasa di pintu gerbang TPA di Desa Segawe, selasa (29/10).

Suprapto menyatakan, perbaikan jalan yang rusak segera di lakukan oleh Dinas PUPR kabupaten Tulungagung, " Mulai dari jalan yang rusak dan berlubang akan segera di perbaiki oleh Dinas PUPR." ujarnya.

Pihaknya menyebut di RAPBD tahun 2020, sudah di anggarkan untuk perbaikan jalan menuju segawe TPA. " sudah ada rencana dinifitif, jadi hari ini jalan yang berlubang akan di tutup dengan PC, di ratakan dulu. Dan tahun 2020 di Perbaiki lagi pakai anggaran APBD." Paparnya.

Sebelumnya, setidaknya ada 300 warga gabung dari Desa Segawe, Desa Penjor dan Desa Gambiran kecamatan Pagerwojo, melaksanakan aksi unjuk rasa memblokir dua pintu masuk TPA Segawe. Warga juga melarang truk pengangkut sampah untuk masuk di TPA Segawe Tulungagung.

Akibatnya truk-truk sampah sempat tidak bisa membuang sampah di TPA Segawe, mereka menunding jalan rusak diakibatkan truk-truk yang melalui jalan tersebut. Warga meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju lokasi pembuangan sambah yang rusak parah, hingga sepanjang 5 kilometer.

Suryani (42) warga setempat mengatakan, jalan sepanjang 5 kilometer, menuju TPA Segawe sudah rusak selama tiga tahun, warga menutut pemerintah Tulungagung agar segera memperbaikinya jalan tersebut.

" kami sudah memohan perbaikan sepanjang jalan yang rusak parah ke Pemkab Tulungagung berkali kali, tapi belum ada tidakan sama sekali," katanya.

Menurut Suryani, jalan yang di lalui truk sampah ini, merupakan akses jalan satu-satunya, menuju ke jalan tiga desa tersebut. kondisi jalan rusak parah dan berlubang, membuat pengguna jalan harus berhati-hat.

" Desa kami cuma di kirimi sampah, namun masalah jalan rusak, tidak lekas di perbaikan," ujarnya.

Selain jalan rusak, Suryani juga mengeluhkan, sopir truk-truk selama melitas di jalan tersebut, di nilai sering ugal-ugalan, ngebut-ngebutan, di tambah aroma yang menyegat dari sampah yang berjatuhan, apa lagi pas musim hujan, bau busuk menyengat dari lokasi TPA tersebut.(gun)


Create Account



Log In Your Account