Sidak Apotik, Dinkes Tulungagung Amankan Obat Dan Kosmetik Kadaluarsa
Masduki Saat Melakukan Audit Di Apotik
By: gunawan
13 Apr 2020 23:53
 
 

TULUNGAGUNG (BM) - Menindak lanjuti adanya informasi dari masyarakat terkait beredaranya sarana Farmasi tampa izin edar. Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, senin (13/04) mengelar inspeksi mendadak (sidak) dengan menerjunkan tim sidak dan menyisir ke sejumlah apotik di wilayah Tulungagung. Hal ini dilakukan demi menjaga mutu dan keamanan obat-obatan yang ada di Tulungagung.

Plt Kepala Dinas Kesahatan kabupaten Tulungagung, Bambang Triono, melalui Kasi Farmasi dan Pembekalan, Masduki mengatakan, sidak dilakukan untuk menindak lanjuti adanya informasi dari masyarakat Bahwasanya terdapat apotik disinyalir menjual sarana farmasi tampa prosedur berdasarkan aturan kesehatan BPOM.

"Kita pastikan dulu. kita lakukan pemeriksaan apa memang benar informasi itu," terangnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, pihaknya bersama tim sidak mempertanyakan perizinan pada apotik itu, selanjutnya melakukan audit sarana dan prasarananya, kemudian melihat tempat penyimpanan serta mengetahui SDM_nya.

" Alhasil Setelah kita audit di kinik apotik Jl. KHR Abdul Fatah, ternyata memang benar, kita menemukan masalah pada apotik itu. Adapun permasalahanya pada apotik itu antara lain yang bersangkutan telah melepaskan obat dari kemasanya lalu dikemas ulang lagi tampa ada penandaan menyurpai repacking," terangnya.

" Obat itu berjenis deksametason. Dan yang fatal lagi kita juga tak menemui penangung jawab yang tertera pada kemasan obat itu, hal itu sudah menyalahi sarana farmasi dan menyalahi aturan berdasarkan aturan kesehatan yang ada," jelasnya.

Tidak itu saja, ditempat sama petugas juga menemukan obat CTM yang sudah tak layak untuk diedarkan. CTM tersebut sudah kadaluarsa sejak pada bulan Januari 2020. Lainya menemukan produk kosmetik jenis Sofi Bb Crem yang sudah tak layak dijual.

" Semua hasil sidak kita bawa, petugas juga mengamankan barang bukti penerimaan dan bukti returs ke distributor," jelas Masduki.

Dengan ditemukannya kasus ini Masduki menegaskan, akan memberikan sangsi kepada apotik itu sesuai kadar pelanggaran yang dilakukan sesuai kewenangan dinas kesehatan, yaitu bisa memberikan sangsi administrasi atau berupa peringatan ringan dan peringatan keras, hingga pencabutan hak izin.

" Tergantung kadar pelanggaranya, bila ringan kita berikan peringatan dulu. Bila pelanggaranya berat kita bisa cabut hak izinnya dan kita tutup," tegasnya.

Hal itu dikatakan sudah sesuai yang diberikan kewenangan hak dinas kesehatan yang sudah diatur dalam undang-undang No 23. Yaitu kewenangan pembagian antara pemerintah pusat dan provinsi maupun kabupaten kota.

" Ini sudah prosedur. Dinas kesehatan akan terus melakukan pemantauan obat-obatan yang beredar demi menjaga mutu keamanan obat di kabupaten Tulungagung," pungkasnya.

"Dan Dinas Kesehatan Tulungagung dengan pro aktif melakukan audit sarana dan prasarana ke seluruh apotik. Yang dimaksud bahwa kita melakukan audit berdasarkan aturan kepala badan POM tentang audit sarana apotik kemudian tata cara monitoring evaluasi sesuai standar kesehatan," tutupnya. (gun).


Create Account



Log In Your Account