Rekrutmen 2019, IPK Minimal Dinaikan
Foto ASN Pemkab Trenggalek, Saat Melakukan Upacara Di Halaman Kantor Bupati Trenggalek (12/11)
By: gunawan
12 Nov 2019 20:20
 
 

Trenggalek (BM) - Para sarjana yang ingin mengikuti rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tampaknya harus menyiapkan diri sejak dini. Pasalnya, kendati tata cara pelaksanaan sama seperti tahun sebelumnya, untuk pelaksanaan tahun ini yang diumumkan secara resmi kemarin (12/10), ada penambahan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Bawasannya jika pada perekrutan 2018 lalu IPK minimal yang ditetapkan 2,75, untuk perekrutan tahun 2019 ini dinaikan menjadi 2,9. Sehingga peserta tahun lalu yang mendaftar IPK dibawah 2,9 yang belum diterima tidak bisa mendaftar lagi.

"Untuk persyaratan dan tatacara proses rekruitmen masih sama tahun lalu (2018,red), yang berubah hanya kenaikan IPK tersebut," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek Pariyo.

Dia melanjutkan, selain itu ada peraturan baru berdasarkan keputusan Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), ada kategori pendaftaran P1/ TL. Dimana peserta yang bisa melamar pada kategori tersebut adalah peserta yang sudah memenuhi nilai ambang batas (passing grade), pada seleksi tahun lalu, namun belum diterima sebagai CPNS. Sehingga, yang bersangkutan bisa mengikuti, atau tidak mengikuti Seleksi Kompetesi Dasar. Sebab SKD pada pelaksanaan sebelumnya masih bisa digunakan.

"Jika peserta yang melamar kategori itu memilih ikut SKD, maka yang bersangkutan wajib hadir, dan jika tidak dinyatakan gugur. Sedangkan untuk nilainya, diambil nilai yang terbaik," katanya.

Selain itu, dari 438 formasi CPNS yang tersedia di Pemkab Trenggalek, ada sebanyak 32 formasi khusus. Formasi tersebut meliputi sembilan formasi untuk penyandang disabilitas, dan 23 formasi sisanya untuk lulusan terbaik (cumlaude). Sebab, harus ada sekitar dua persen untuk formasi khusus, dari total semua formasi yang ada. Namun untuk pendaftar kategori formasi untuk disabilitar harus melakukan pendaftaran dua kali, yaitu melalui website resmi, juga ke kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membuka formasi tersebut.

"Selain itu juga ada perubahan batas umur bagi pelamar untuk formasi dokter spesialis, jika sebelumnya usia maksimal 35 tahun sama seperti formasi lainnya di tahun ini diubah menjadi 40 tahun. Sedangkan untuk syarat lainnya tetap sama," jelas pria yang tahun lalu sebagai Ketua Panitia Seleksi Pengadaan CPNS Pemkab Trenggalek ini.(gun)


Create Account



Log In Your Account