Pembunuhan Pasutri Di Campurdarat, Unit Reskrim Tulungagung, Berhasil Ringkus Pelaku Di Kalimantan
Foto Kedua Pelaku Pembunuhan Deni Yonatan Fernando Irawan Dan M Rizal Saputo
By: gunawan
2 Nov 2019 03:33
 
 

Tulungagung (BM) - Hampir satu tahun Unit Reskrim Polres Tulungagung mengungkap pembunuh pasangan suami istri Adi Wibowo (56) alias Didik dan Istrinya Suprihatin (50) warga Dusun Ngingas, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang di temukan tewas mengenaskan di rumahnya, akhirnya pelaku berhasil di ringkus Satuan Reskrim Polres Tulungagung di Kalimantan Selatan.

Pelaku Pembunuhan yaitu, Deni Yonatan Fernando Irawan (25) dan M Rizal Saputra (22) adalah tetangga korban. Keduanya di tangkap di mes perkebunan kelapa sawit dengan bantuan backup anggota polres Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, pada selasa (29/10) kemarin.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, kedua pelaku di tangkap di lokasi yang sama, keduanya waktu di tangkap di lokasi di hadapannya polisi mengaku telah membunuh pasangan suami istri Didik dan Suprihatin. " Kedua pelaku waktu di tangkap di mes perkebunan sawit, saat di tanya mengakui perbuatannya," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka Nado setelah di tangkap, mengatakan terpaksa membunuh, karena sakit hati, setelah mendengar perkataan korban Suprihatin, saat dirinya menayakan proses pengurusan STNK milik tersangka Nando yang di uruskan korban Didik sejak setahun terakhir.

" korban adalah jasa pengursus STNK, pelaku menayakan keberadaan STNK nya yang sudah di uruskan oleh korban yang sudah setahun lamanya. Namun pelaku Nando sakit hati, setelah mendengar ucapan Suprihatin." ungkap Pandia.

Lanjut Pandia, Setalah mendengar perkataan Suprihatin, pelaku Nando langsung emosi, memukul kepala korban dengan kaki meja marmer, setelah itu korban juga di benturkan kepalanya ke tembok. Kemudian pelaku Rizal yang tadinya di teras kemudian membantu Nando untuk menarik tubuh korban ke dekat tembok dan pelaku memukul kepala korban lagi memakai marmer. Setelah membunuh istrinyan, pelaku Nando ke balakang untuk mencari suaminya, teryata korban didik, sedang tidur, tampa ampun Nando langsung memukuli Didik memakai kayu di bagian kepala dan tengkuk sampai meninggal.

" Nando hafal situasi rumah korban, sebab Nando sering main ke rumah, makanya langsung mencari suaminya di belakang langsung di bunuh" katanya.

Sementara menurut Kasat Reskrim polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengatakan, penyelidikan kasus pembunuhan ini cukup lama, karena minimnya bukti dan seksi di TKP. Namu keterangan sanksi kunci yang kita dapatkan sudah cukup, kemudian kita selidiki, hingga membuahkan hasil.

Lanjutnya, hasil penyelidikannya membuahkan hasil hingga mengarah kepada 2 tersangka ini. semula kecurigaan petugas semakin nyata setelah mendapatkan informasi tentang adanya dugaan percobaan pencurian yang melibatkan tersangka dan kepergian tersangka pasca kejadian Pembunuhan tersebut.

" Kita ungkap berdasarkan keterangan keterangan saksi-saksi, kita kemudian kembangkan, dan mengarah kepada dua pelaku tersebut ," pungkas  Hendi.

Kini kedua pelaku di amankan di Mapolres Tulungagung dan di jerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya pada awal bulan November 2018 tahun lalu sekitar pukul 17.00 WIB, warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, di gegerkan temuan jenasah suami-istri dalam rumahnya. Ketika di temukan, kondisi kedua korban mengenaskan dan diperkirakan meninggal dunia sudah salama tiga hari. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara oleh pola, dan dilakukan otopsi oleh tim dokter, dipastikan pasutri tersebut tewas akibat dibunuh. Di tubuh korban terdapat bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala.(gun)


Create Account



Log In Your Account