Kapolres Tulungagung AKBP EG Pandia, Memberikan Santunan Kepada Delapan Pengunsi Wamena, Asal Tulungagung
Kapolres Tulungagung AKBP EG Pandia, Memberikan Santunan Kepada Delapan Pengunsi Wamena, Asal Tulungagung
By: gunawan
25 Okt 2019 16:15
 
 

DELAPAN ORANG PENGUNSI WAMENA ASAL TULUNGAGUNG, MENDAPAT SANTUNAN DARI KAPOLRES

Tulungagung (BM) - Delapan pengunsi asal Tulungagung, paskah kerusuhan 23 September di Wamena, Papua, mendapat bimbingan dan santunan dari Kapolres Tulungagung, rabu (23/10).  Delapan pengunsi tersebut adalah Sutiyo (43), wargs Desa Mojosari, Kecantikan Kauman, yang sebelumnya sudah tinggal di Wamena selama 23 Tahun. Riza Abdul Choir (24), warga kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung Kota, tinggal selama 9 Tahun. Wahyu Prasetyo (30), warga Desa Pucangan, Kecamatan Kauman, Lani (47), warga Desa Sebentoro, Kecamatan Boyolangu, Wima Rizki dan suaminya Andriyant, warga Sukorejo wetan, Kecamatan Rejotangan, Joko Dwi Susanto (42) dan istrinya Supartini (33), warga Desa Tanggung, Kecamatan Campur Darat, tinggal selama 8 Tahun.

Santunan berupa sembako dan tali asih langsung di berikan oleh Kapolres, saat delapan pungunsi mendapat undangan di Polres Tulungagung. " ini wujud keprihatinan polri kepada saudara-saudara kita yang mengunsi dari Wamena," ucap, Kapolres Tulungagung, AKBP EG Pandia.

Lanjut Kapolres, menurutnya santunan yang di berikan berupa sembako dan tali asih merupakan bentuk dukungan moral, agar mereka tetap bersemangat setelah melalui hal yang tidak mudah, saat di pengungsian paskah kerusuhan di Wamena.

Harap saya. Masih kata EG Pandia, mereka tetap bersemangat pasca melewati kejadian tersebut. EG Pandia juga mengharap, kalaupun para pengungsi memilih tidak kembali ke Wamena dan tetap tinggal di Tulungagung, kota asal masing-masing, karena hidup di asal kota masing-masing bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari pada jauh dari rumah.

" semoga bisa betah tinggal di sini dan bisa sukses lagi, meskipun harus memulai dari nol lagi, mengingatkan hidup di Wamena baru ada kerusuhan." katanya.

Tambah Pandia, dirinya menyampaikan, Jumplah warga Tulungagung, yang ada di pengungsian Wamena, sampai sekarang belum mendapatkan laporan secara pasti, namun saat ini, Satuan Intelkam, Polres Tulungagung, saat sudah melakukan penelusuran, nantinya kalau ada perkembangan, akan segere di sampaikan.(gun)


Create Account



Log In Your Account