Buruknya Pelayanan RSUD Dr Soedomo Trenggalek, Ratusan Masa Luruk Dewan
Ratusan Masa Mengelar Aksi Damai Di Depan Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Rabu (19/2).
By: gunawan
19 Feb 2020 23:20
 
 

Trenggalek (BM) - Sebagian masyarakat di Kota Keripik Tempe tampaknya tidak bisa lagi menahan buruknya pelayanan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Buktinya, ratusan masa dari berbagai daerah dan organisasi masyarakat (ormas)  melaksanakan aksi damai di jalan untuk mengadukan buruknya pelayanan tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 tersebut, masa bergerak dari titik kumpul di area Tugu Garuda Aloon-aloon, ke kantor DPRD. Bersamaan itu, mereka berorasi untuk menyuarakan tuntutannya yang nantinya di sampaikan ke wakil rakyat. Barulah sesampainya di kantor DPRD sekutar 30 perwakilan masa diajak ke dalam guna dilakukan hearing.

"Aksi kami murni atas nama sosial yang ingin menuntut adanya perubahan terhadap buruknya pelayanan di RSUD," ungkap Bambang Puji, salah satu perwakilan masa.

Dia melanjutkan, sehingga dalam acara tersebut perwakilan masa menyuarakan enam tuntutan. Tutuntan tersebut diantaranya seperti mereformasi total pejabat di RSUD, keberanian manajemen RSUD atau pemerintah kabupaten (pemkab) memberi sanksi terhadap pegawai baik itu dokter atau perawat dan bidan yang semena-mena terhadap pasien juga bekerja tidak propresional.

"Tuntutan itu berdasarkan pengamatan kami agar RSUD di sini (Trenggalek,red) bisa seperti RSUD lain di kota tetangga," imbuhnya.

Selain itu juga ada tuntutan dengan pembentukan dewan pengawas (dewas) RSUD. Mengingat saat ini dewas yang ada tidak berfungsi secara maksimal. Karena pembentukannya telah lama yaitu di era kepemimpinan bupati sebelumnya, hingga ketua berada di luar kota.

"Makanya kami minta agar dewas anggotanya orang idependen tapi dari Trenggalek, sehingga mudah dalam melakukan pengawasan," harapnya.

Disinggung terkait hal tersebut Kabid Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek Bakhtiar Arifin mengakui jika masih ada keluhan dari pasien terkait pelayanan yang dilakukan.

Hal itu terjadi dimungkinkan ada mis komunikasi antara dokter atau perawat yang memeriksa terhadap para pasien maupun keluarga pasien. Sebab, dengan kondisi tersebut dimungkinkan baik pasien ataupun keluarganya sudah dalam kondisi lelah sehingga tidak bisa mendengarkan penjelasan dari petugas, hingga sedikit sensitif dalam menerima penjelasan.

"Dari situ ditambah kondisi perawat juga lelah, makanya sering terjadi mis komunikasi apalagi juga ada bahasa dari segi kesehatan yang sukar dimengerti baik pasien dan keluarganya. Kendati demikian kami sepakat pelayanan harus dilakukan secara ramah dengan senyum," tuturnya. (gun)


Create Account



Log In Your Account