Bantuan Uang Tunai Warga Perantauan Trenggalek Mulai Dicairkan Hari Ini
Foto Warga Saat Mengambil Bantun Sosial Tunai Di Kecamatan
By: gunawan
20 Mei 2020 02:45
 
 

TRENGGALEK (BM) - Bantuan Sosial Tunai (BST) berupa uang terhadap warga Trenggalek yang ada di perantauan hari ini Selasa (19/5) mulai dicairkan melalui pihak pihak PT Pos Indonesia.

Data yang ada warga Trenggalek berhak menerima bantuan saat ini di perantauan yang dinyatakan lolos terverifikasi tercatat ada 5.750 orang.

Nantinya mekanisme pengambilan uang yang diterapkan oleh pemerintah Trenggalek terhadap penerima bantuan akan dilaksanakan dengan cara dua opsi. Opsi pertama bantuan bisa diambil tunai melalui perwakilan pihak dari keluarga di kantor Pos terdekat. Opsi kedua pihak penerima langsung bisa mengambil tunai melalui Pos Giro Mobile dimana warga perantau harus membuat akun yang prosesnya nanti uang akan ditransfer dan diambil di kantor Pos terdekat.

Seperti saat ini. Sebanyak 95 orang warga perantau dari kecamatan Tugu lolos terverifikasi bisa dicairkan, nampak dari para perwakilan pihak keluarga berdoyong doyong menuju ke Kecamatan Tugu.

" Kita kumpulkan dulu di kecamatan dan memberikan fasilitas untuk pengambilan uang secara tunai di Pos Indonesia terdekat," ujar Camat Tugu Budiono.

Bagi warga perantaun yang sudah terlanjur mudik, dirinya mengatakan nanti akan dilakukan pendataan dan pada nama-nama penerima hak bantuan akan dicoret selanjutnya akan dilakukan pembatalan penerima bantuan tunai uang.

" Kita bataklan bila ada warga yang terlanjur pulang, kita coret namanya," jelas Budiono.

Selain di Kecamatan Tugu, pencairan hari juga dilakukan di kecamatan Munjungan. Mekanisme pencairan yang dilakukan juga sama dengan proses yang di kecamatan Tugu.

Camat Munjungan, Rudianto mengatakan, pengambambilan bantuan tunai yang di buka mulai jam 13.00 WIB ini mengundang para penerima yang terdaftar sebanyak 66 orang. Nantinya pihak kecamatan akan melakukan verifikasi tetang keberadaan para perantau.

" Undangan sudah saya serahkan kepada kesra, setelah dikumpulkan kita verifikasi keberadaan perantau. Bila keberadaan sudah ada di wilayah Trenggalek, kemudian kita lakukan pembatalan," terangnya.

Undangan yang terdaftar tidak semua bisa hadir, sebanyak 66 undangan tanpak yang hadir 53, hal ini disebabkan jarak tempuh rumah dari kecamatan dibilang cukup jauh. Selanjutnya sisa yang tidak hadir nanti akan disalurkan dengan jadwal reguler BST yang di desa-desa.

" Yang tidak hadir ini dari Desa Sobo, Desa Ngulonkulon dan Ngulonwetan, nanti akan kita salurkan melalui jadwal reguler ke desa-desa," tandas Rudianto.

Seperti yang diketahui sebelumnya, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona pemerintah Trenggalek meminta warganya yang ada di tempat perantaun supaya tidak mudik pada saat lebaran dan akan memberikan insentif yang di programkan sebanyak 6000 ribu orang.

Hal ini menurutnya penting dilakukan karena perlindungan manusia dari satu ke tempat lain dianggap sangat rentan adanya penyeberan virus Corona. (gun)


Create Account



Log In Your Account