Yayasan Indonesia Menegakkan Sunnah Dan Dompetjariyah.com Gelar Pengobatan Gratis
Ketua Umum IMS Syukri Basbet Di Sela-sela Acara Pengobatan Gratis Di Resto DK26 Darmo Kali, Rabu (25/12/2019) Pagi. (BM/HARUN)
By: harun
25 Des 2019 13:47
 
 

SURABAYA (BM) - Masih carut marutnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan massal oleh pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kaum dhuafa dan anak-anak kurang beruntung mendorong Yayasan Indonesia Menegakkan Sunnah (IMS) dan dompetjariyah.com membuat terobosan berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Restoran DK26, Jl Darmo Kali, Rabu (25/12/2019) pagi.

Serangkaian acara meliputi baksos pengobatan gratis, bantuan sembako dan ramah tamah. Kegiatan dimulai dengan kuis berhadiah Al-Qur'an bagi anak-anak yang mampu menghafal surat pendek yang ditentukan panitia. Kemudian dilanjutkan tausiah, bantuan sembako dan cek kesehatan. Apabila ditemukan gejala penyakit, maka sudah siap obat-obatan maupun rumah sakit rujukan jika dalam kondisi darurat.

Menurut Ketua Umum Yayasan Indonesia Menegakkan Sunnah, Syukri Basbet mengatakan bahwa kegiatan sosial ini untuk memberikan nilai lebih kepada kaum dhuafa dan anak-anak yang kurang beruntung. "Untuk kegiatan massal ini pertama kali, namun sebelumnya kami mengadakan pengobatan gratis," katanya disela-sela acara.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan tujuan dari baksos massal yakni untuk memberikan akses pengobatan gratis. "Saat ini kesehatan terasa mahal, susah dan sulit dijangkau oleh kaum dhuafa, sehingga ini memberikan akses kemudahan pengobatan gratis," timpalnya.

Sedikitnya 202 orang dari Sanggar Alang-alang, YPA Aisyah dan YPA An Najah kebagian paket sembako dan cek kesehatan gratis. "Kami telah melakukan MoU dengan tiga rumah sakit kenamaan, yakni PHC, Al Irsyad dan MMC Manyar," tambah Syukri.

Masih Syukri, ia mengimbau kepada masyarakat untuk peduli menjaga kesehatan diri sendiri, kerabat dan tidak kalah penting, tetangga yang kiranya kurang mampu.

Sementara itu, dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan, dr Rifat Bahasuan mengatakan bahwa apapun masalah kesehatan yang diderita kaum dhuafa selama ini, obat-obatannya sudah disediakan. "Pemeriksaan secara umum, meliputi cek gula, asam urat, kolesterol dan hipertensi," ucapnya.

Terpisah, pendiri sekaligus penasehat IMS, Abud Badjree menceritakan awal mula didirikan yayasan sosial ini. "Waktu itu, saya melihat sekumpulan anak-anak mudah melakukan kegiatan yang kurang baik, sehingga di kediaman saya biasa berkumpul, saya dorong mereka untuk melakukan hal untuk umat, yang tidak menyalahi aturan dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW," ungkapnya.

Dalam menjalankan kegiatan pengobatan gratis tersebut, apabila ditemukan pasien kurang mampu dan membutuhkan bantuan darurat, maka akan dicarikan biaya rumah sakit lewat donasi masyarakat luas. "Semisal biaya operasi Rp 50 juta, nah pada saat donasi sudah mencapai, maka akan kita tutup, namun harus melalui satu pintu saja," pungkas Abud. (han)


Create Account



Log In Your Account