Wali Kota Risma Menangis Sujud Syukur Saat Sambutan
Wali Kota Risma Dibantu Ajudan Dan Pejabat Pemkot Beranjak Bangkit Dari Sujud Syukur Di Lobby Balai Kota Surabaya, Kamis (2/1/2020) Pagi. (BM/IST)
By: harun
2 Jan 2020 15:59
 
 

SURABAYA (BM) - Suara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mulai tertatih-tatih di pertengahan sambutan. Air mata pun mulai membasahi pipinya. Sesekali, ia menghapus air matanya. Perasaan haru timbul ketika dia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Astra yang telah membantu anak-anak Surabaya dalam program magang.

“Kalau boleh saya diberikan kesempatan, saya akan sujud (syukur,-red) di depan bapak/ibu sekalian, karena saya terima kasih sekali. Kaki saya tidak kuat,” katanya dengan suara tertatih-tatih kemudian sujud syukur saat sambutan di Lobby Balai Kota Surabaya, Kamis (2/1/2020) pagi.

Seketika itu, ajudan Wali Kota Risma dan para pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya membantunya bangkit berdiri. Sambil mengusap air matanya dengan tisu, ia mencoba bangkit lagi berdiri dan melanjutkan sambutannya. “Terima kasih sekali bapak, terima kasih sekali,” katanya sambil terisak.

Bagi dia, tidak ada kata yang dapat mewakili rasa terima kasih kepada pihak Astra. “Bagi saya, mereka lebih berharga dibandingkan tubuh saya. Jadi, matur nuwun sekali lagi,” kata Wali Kota Risma seusai penandatanganan nota kesepakatan bersama, Pemkot Surabaya dengan Grup Astra Surabaya tentang pengembangan SDM warga Kota Surabaya.

Wali Kota Risma mengaku sangat tahu, bahwa kesempatan seperti ini sangat jarang diberikan kepada orang lain. Namun, kesempatan ini diberikan kepada anak-anak Surabaya, sehingga berkali-kali dia menyampaikan rasa terima kasih. “Mudah-mudahan Tuhan yang akan membalas kebaikan bapak/ibu sekalian, karena kami tidak bisa membalasnya,” kata dia.

Lanjut Risma, sebetulnya ia bingung menangani anak-anak Surabaya yang putus sekolah. "Saya ngerasa punya hutang apabila selesai nanti menjabat Wali Kota Surabaya, masih belum bisa menyelesaikan anak-anak ini. Makanya ketika Astra setuju menerima anak-anak ini, saya sangat bersyukur sekali,” imbuhnya.

Menurut Wali Kota Risma, pada tahap pertama kerja sama dengan Astra, Pemkot Surabaya akan mengirimkan 300 anak untuk magang di Astra. Mereka akan bekerja magang di kantor Astra selama tiga bulan. 

“Setelah tiga bulan, mereka akan mendapatkan sertifikat dari Astra, dan bukan tidak mungkin, apabila ada lowongan akan langsung direkrut oleh Astra,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Grup Astra Surabaya Faris Henky Irawan mengatakan, anak-anak ini akan magang di Astra, dan akan mengikuti silabus yang sudah disiapkan. Harapannya, ada proses keberlangsungan. Artinya, setelah tiga bulan itu mereka bisa mendapatkan pengalaman kerja yang lebih baik.

“Kalau memang kami ada lowongan, maka akan kami rekrut juga. Tapi kalau tidak ada, mereka bisa bekerja di perusahaan lain yang memungkinkan. Harapan kami, dengan modal sertifikat yang kami keluarkan nanti, mereka dapat menambah daya jualnya, ketika bekerja nanti,” tegasnya.  

Faris menjelaskan, bahwa mereka akan magang di tujuh unit bisnis grup Astra, diantaranya unit properti, otomotif, perbankan, IT dan berbagai unit bisnis lainnya. “Nanti kita akan sesuaikan kebutuhan dengan keinginan mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, program magang itu sebenarnya sudah lama dilakukan oleh Astra, tapi bekerjasama dengan pihak sekolah langsung, dan anak-anaknya masih sekolah. 

Namun kali ini, mendidik anak magang yang putus sekolah, atau tidak melanjutkan sekolah setelah SMA/SMK. “Jadi, ini benar-benar baru pertama, kerjasama langsung dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)


Create Account



Log In Your Account