Tingkatkan Layanan Paspor, Imigrasi Surabaya Resmikan ULP BG Junction
Susy Susilawati Memasuki Ruang ULP BG Junction Sesaat Setelah Gunting Pita, Rabu (16/10) Pagi. (HARUN)
By: harun
16 Okt 2019 14:01
 
 

SURABAYA (BM) - Tingginya permintaan pembuatan paspor, khususnya pendaftaran nomor antrian berbasis online menimbulkan keluhan masyarakat, hal ini disebabkan antrian yang begitu panjang. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan layanan pembuatan paspor, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menambah Unit Layanan Paspor (ULP) dengan diresmikannya ULP BG Junction, Rabu (26/10) pagi.

Upacara peresmian diawali sambutan-sambutan dari Keimigrasian dan pengelola BG Junction. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kedua belah pihak. Puncaknya, momen gunting pita dari untaian bunga melati dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur Susy Susilawati.

Sesaat setelah upacara peresmian, Susy menjelaskan kepada awak media, alasan penambahan ULP. "Permintaan paspor sangat meningkat, setiap bulan kami pantau, permasalahan yang ada, keluhan sulitnya mendapatkan nomor antrian paspor berbasis online," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan komunikasi dengan pusat secara terus-menerus untuk perbaikan, “dan kami juga menyebar pelayanan paspor ini di beberapa tempat, supaya tidak fokus di satu, atau dua tempat saja. Ini adalah untuk mengurangi keluhan terkait dengan sulitnya mendapatkan antrian itu, karena misalnya antrian itu jatahnya 300 per hari, tetapi ternyata yang mau masuk itu hampir 500, sehingga harus menunggu berikutnya, sedangkan yang berikutnya itu terlanjur penuh,” imbuhnya.

Untuk ULP BG Junction, hingga hari ini masih Susy, bahwa walk in, karena aplikasinya masih terus-menerus diperbaiki, “tapi kami ingin cepat, sementara hari ini baru 30, tapi nanti akan terus-menerus akan meningkat, dan saya yakin akan lebih dari 100 per hari,” tegasnya.

Dirinya berharap, pembukaan ULP baru ini, nantinya akan bisa mengurangi antrian, “karena antriannya ada dua, paspor baru dan perpanjangan, kemudian juga ada paspor hilang, dan lain sebagainya,” urainya. 

Sementara itu, total layanan paspor baru di Jawa Timur, lanjut Susy, kalau di Banyuwangi satu dibawah Jember. Kemudian, di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, terdapat di Mall Pelayanan Publik dan BG Junction. “Dua lagi dibawah Kanim (Kantor Imigrasi) Perak, yakni di Pasar Atom dan Lenmarc Mall, ada lima berarti,” timpalnya.

Berikutnya, Unit Kerja Keimigrasian (UKK) ada satu, yang persiapan ada dua, jadi total delapan. Di luar kantor imigrasi, untuk Probolinggo ada dua, dan Bojonegoro ada satu yang sudah jalan. “Keluhannya mudah-mudahan sih tidak ada, karena sudah disebar dimana-mana. Jadi, harus diketahui bahwa membuat paspor itu, sekarang sudah bisa dimana-mana, tidak harus sesuai KTP. Oleh karena itu, kita sebar tempat-tempat pelayanannya,” pungkasnya. (han)


Create Account



Log In Your Account