Relawan Asing Membuat Tempat Cuci Tangan Dan Hujan Buatan Di Tambak Segaran
Relawan JJSEA Sedang Melakukan Pengecatan Balai RW 03 Tambak Rejo, Kamis (28/11) Pagi. (BM/HARUN)
By: harun
28 Nov 2019 15:10
 
 

SURABAYA (BM) - Sebanyak 20 karyawan Jebsen & Jessen Group (JJSEA) yang berasal dari Indonesia, Australia, Kamboja, Cina, Malaysia, Myanmar, Singapura, Vietnam dan Filipina menjalankan kegiatan CSR perusahaan dengan membangun tempat mencuci tangan di Tambak Segaran II Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Kamis (28/11) pagi. Kegiatan berlangsung seminggu, 25-30 November 2019.

Pembangunan akses ke fasilitas air bersih untuk sanitasi dan kebersihan tersebut juga dilakukan di Kelurahan Sidodadi yang juga di wilayah Kecamatan Simokerto. Selain tempat mencuci tangan, juga dibuatkan Instalasi Penyaringan Air Limbah (IPAL), yang mana, air selokan ditampung pada tempat penampungan air untuk disaring melalui beberapa tahapan, hasilnya, air melalui jaringan pipa, dipancarkan dari udara menjadi hujan buatan di Tambak Segaran IV, sehingga dapat digunakan sebagai alat menyirami tanaman dan menyejukkan udara.

Menurut Ketua RW 03 Dra Erna Soelistijo Wigati mengatakan bahwa kurun tiga tahun ini, di kampungnya mendapat pembinaan dari NGO Wahana Visi dalam pengelolaan lingkungan. Pada perkembangannya, Wahana Visi menghadirkan JJSEA dalam hal bantuan alat untuk kebutuhan pembangunan lingkungan dimaksud. "Pembuatan sarana cuci tangan diharapkan mampu menekan angka penyakit diare di wilayah kami saat musim hujan, sedangkan fasilitas hujan buatan, agar saat musim kemarau panjang seperti saat ini udara tetap sejuk," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, mewakili JJSEA, Arief Kadaryono AS menerangkan bahwa para relawan dari berbagai negara ini membangun beberapa tempat untuk mencuci tangan dan memasang pipa air bersih untuk sistem penyaringan air limbah, guna melakukan kampanye perilaku kebersihan dan sanitasi yang baik dan benar. "JJSEA mengalokasikan dana selama sembilan bulan untuk inisiasi proyek CSR bagi 200 anak dengan rentang usia 4-12 tahun," jelasnya.

Sementara itu, petugas kesehatan dari Puskesmas Simolawang Bidan Dian Wahyuningsih menyatakan, kalau berdasarkan data, di wilayah Kecamatan Simokerto masih tinggi tingkat penyakit diare khususnya saat musim hujan. "Sasaran program adalah anak-anak PAUD, diharapkan dapat menular ke keluarga kebiasaan cuci tangan pakai sabun saat di rumah. Sebab cuci tangan dengan baik dan benar terbukti mampu menekan angka penyakit diare hingga 40 persen," ungkapnya.

Mendapati tempatnya dibuatkan tempat cuci tangan massal, salah satu siswa PAUD Azzam dengan polos menyambut baik. "Saya senang bisa cuci tangan di sekolah agar tidak gampang sakit," ujarnya polos.

Terpisah, relawan asal Malaysia Diana mengaku senang dan bahagia bisa turut berbagi lewat proyek CSR perusahaan dia bekerja, apalagi bersama karyawan lain yang berasal dari berbagai latar belakang negara. "Orang-orang Surabaya peramah, saya harap adik-adik dapat jaga tempat cuci tangan ini dengan baik," kata wanita cantik khas Melayu berhijab tersebut. (han)


Create Account



Log In Your Account