Petugas Yang Berjasa Dibalik Upaya Antisipasi Banjir Kota Surabaya
PETUGAS BANJIR: Salah Seorang Petugas Mengambil Sampah-sampah Di Aliran Sungai Secara Manual Saat Terjaring Rumah Pompa. (ISTIMEWA)
By: harun
17 Jan 2020 14:52
 
 

SURABAYA - Tak banyak yang tahu dibalik upaya Pemkot Surabaya mengantisipasi banjir, terdapat peran penting para petugas. Saat hujan mengguyur, mereka memastikan agar Kota Surabaya aman dari banjir. Bahkan terkadang mereka pantang pulang sebelum benar-benar surut.

Mereka adalah Satgas PU (Pematusan), operator rumah pompa hingga petugas kebersihan dari DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau). Jajaran yang dimiliki Pemkot Surabaya ini bisa dibilang sangat berjasa dalam upaya mengantisipasi banjir di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan, di Surabaya terdapat sekitar 1.300 Satgas PU yang bertugas melakukan normalisasi saluran-saluran atau box culvert yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.

“Jadi mereka yang melakukan normalisasi saluran ketika alat berat itu tidak bisa menjangkau,” kata Erna di ruang kerjanya, Jum’at (17/1/2020).

Namun demikian, lanjut Erna, jika musim hujan seperti ini Satgas PU disebar untuk membantu pekerjaan di rumah-rumah pompa. Setidaknya ada 250 operator di 59 lokasi rumah pompa yang tersebar di beberapa titik. Mereka pun terbagi menjadi tiga shift kerja.

“Satu rumah pompa itu terdapat tiga hingga delapan pompa. Sementara petugasnya ada 250an (operator,red.), belum termasuk bagian penyarang sampah, kira-kira ada 300an,” katanya.

Menurutnya, petugas di rumah pompa itu harus memastikan bahwa ketika hujan turun, debit air dalam kondisi aman. Selain itu, jika dalam keadaan listrik mati, mereka juga bertugas untuk memastikan genset dalam kondisi menyala.

“Mereka harus memastikan semuanya aman. Kalau sampahnya terlalu besar maka pompanya dimatikan dulu untuk mengambil (sampahnya) secara manual,” tuturnya.

Selain peran petugas tersebut, Pemkot Surabaya juga memiliki 72 alat berat untuk melakukan normalisasi saluran-saluran di Kota Surabaya. Erna menyebut, pengerukan saluran menggunakan alat berat tak hanya dilakukan di waktu musim hujan. Hal ini sebagai salah satu upaya agar Kota Surabaya aman dari banjir. 

“Jadi 72 alat berat itu juga tidak pernah berhenti, dari tanggal 1 (Januari,red.) sampai Desember setiap tahunnya,” tutupnya. (*)


Create Account



Log In Your Account