Gelar Doa Bersama, Wali Kota Risma Juga Siapkan Antisipasi Terjadinya Bencana
Wali Kota Risma Memimpin Doa Bersama Di Lingkungan Pemkot Surabaya, Kamis (2/1/2020) Pagi. (BM/IST)
By: harun
2 Jan 2020 12:33
 
 

SURABAYA (BM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar doa bersama umat beragama di lima titik lokasi sesuai keyakinan masing-masing secara serentak, Kamis (2/1/2020) pagi. 

Untuk pegawai yang beragama Islam, doa bersama dilakukan di Taman Surya bersama Wali Kota Risma. Sedangkan yang Kristen di Lantai 6 Graha Sawunggaling. Pemeluk Hindu doa bersama di Pura Segara, Jl Memet Sastrawirya, Kompleks TNI AL Kenjeran. Sementara pemeluk Budha berdoa di Vihara Budhayana Dharma Wira Center, Jl Panjang Jiwo.

Kemudian, bagi pemeluk Konghuchu, mereka menggelar doa bersama di Klenteng Boen Bio, Jl Kapasan. Doa bersama kali ini dengan harapan, Kota Surabaya aman dan terhindar dari segala bencana.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai di lingkungan pemkot karena telah menyelesaikan tugas selama 2019 dengan baik. Meskipun begitu, saat ini masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Terutama saat ini, kesiagaan terjadinya bencana alam.

“Saya berharap seluruhnya, mulai kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat dan lurah untuk menyiapkan segala sesuatunya. Minimal kita akan bagi masker di tiap kecamatan,” kata wali kota dalam sambutan yang terhubung dengan teleconference di lima titik lokasi tersebut.

Wali Kota Risma menjelaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi bencana 2020 ini. Oleh karena itu, ia dan jajarannya akan mempersiapkan langkah antisipasi. 

Salah satunya, ia memastikan alat komunikasi rig (radio) Linmas menyala 24 jam nonstop. “Jadi, saya akan pasang alat komunikasi rig di kecamatan, kelurahan, kantor OPD. Seluruhnya tidak boleh mati 24 jam, harus terpantau terus,” paparnya.

Selain itu, nantinya setiap kelurahan dan kecamatan akan disambungkan dengan solar cell yang menyalakan satu komputer, satu lampu dan satu rig. Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar rig yang sudah terpasang tidak pernah mati di kondisi apapun. 

“Jadi, rig itu tidak boleh mati agar bisa terpantau 24 jam,” lanjut dia.

Seusai doa bersama, Presiden UCLG Aspac ini kembali mengumpulkan semua kepala OPD, camat dan lurah. Mereka diberi pengarahan tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Wali Kota Risma memerintahkan peralatan yang dibutuhkan saat terjadi bencana dipindahkan ke kecamatan, maupun kelurahan.

“Semua itu kami lakukan, agar lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih efektif, sehingga kami semua bisa selamat tanpa ada kejadian apapun,” ujarnya.

Bahkan, nanti akan dipasang layar monitor di Balai RW yang dekat dengan laut. Tujuannya untuk memantau kondisi di sekitaran laut. 

“Nanti masyarakat kita ajari, bagaimana membaca dan memonitor cuaca. Jadi, mereka ikut memantau. Kalau perlu, layar monitor di ruangan saya, bisa diambil,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat, lebih berhati-hati dan waspada, terutama para nelayan, warga yang berada di tepi sungai dan laut. Tidak hanya itu, pengendara motor pun diharapkan untuk mengenakan kacamata. 

“Makanya ayo kita pandai-pandai membaca alam, untuk menyelamatkan diri kita dan keluarga kita. Semoga kami semua selamat tanpa ada kejadian apapun,” pungkasnya. (*)


Create Account



Log In Your Account