Supriadi ke Liverpool Wawali Minta Persebaya Satu Internal
Mochammad Supriadi mengunjungi kediaman Ketua Umum Rungkut FC, Didik Edi Susilo, Minggu (7/10/2018) siang. (BM/HARUN EFFENDY)
By: harun
14 Okt 2018 13:05
 
 
SURABAYA (BM) – Usai berjibaku di pentas Piala Asia U-16 di Malaysia beberapa waktu lalu, winger Timnas U-16 Indonesia, Mochammad Supriadi meluangkan waktu untuk pulang ke kampung halamannya di Kedung Asem, Rungkut, Sabtu (6/10) malam.
 
Selama dua hari berada di tanah kelahiran, Supri -Sapaan Karib- melakukan kunjungan ke kerabat dekat dan warga sekitar, termasuk ke kediaman Ketua Umum Rungkut FC, Didik Edi Susilo di Wisma Kedung Asem, Minggu (7/10) siang, setelah pagi harinya ikut latihan ringan bersama siswa SSB Rungkut FC.
 
“Kegiatan saya setelah balik dari Rungkut ini, adalah sekolah dan latihan di Diklat Ragunan, sebab di Ragunan sendiri sedang melakukan persiapan mengikuti kejuaraan sepak bola di India,” katanya di kediaman mantan Ketua Percasi Surabaya, Didik Edi Susilo kala itu.
 
Sebagaimana santer diberitakan, Supri dalam waktu dekat ini juga sedang melakukan persiapan ke Liverpool, Inggris bersama sembilan anak-anak Surabaya lain yang baru saja menjalani seleksi pada Turnamen Piala Walikota U-14 tahun 2018 di Gelora 10 November, Tambaksari.
 
“Saya ke Liverpool, senang ada temannya, tidak sendirian. Kalau Timnas U-16 (Indonesia) sudah dibubarkan, namun akan dikumpulkan lagi, tetapi belum tahu kapan waktunya. Dan, buat adik-adik di Rungkut FC, semangat terus latihan jangan pernah bolos latihan,” ucap Supri dengan logat Betawi.
 
Sementara itu, Afrizal Danilo Fernando, satu dari sembilan anak Surabaya  yang akan berangkat bersama Supriadi ke Liverpool tidak dapat menutupi rasa suka citanya. “Alhamdulillah, bangga tersendiri bisa berangkat ke Liverpool bareng (bersama) mas Supri, semoga sepulang dari Liverpool sama seperti mas Supri, bisa jadi pemain Timnas dan Persebaya,” ujar Danilo di tempat yang sama.
 
Danilo mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, juga ucapan terima kasih kepada Walikota Surabaya. “Bu Risma terima kasih yang sudah memberangkatkan ke Liverpool nambah ilmu, juga kepada kedua orang tua saya, serta pak Hendro Yuwono (pelatih kiper Rungkut FC), yang melatih saya sejak kecil (di SSB Garuda Muda Surabaya),” nadanya bahagia.
 
Dari sembilan anak tersebut adalah juara Piala Walikota U-14 bersama Garuda United, yang di final menang 4-0 atas SFC, yang mana delapan anak merupakan alumni Diklat Dispora, dan satu anak asal klub Laskar Muda.  “Berangkat ke Liverpool bisa akhir oktober, atau awal November,” terang Danilo.
 
Didik Edi Susilo, Ketua Umum Rungkut FC menimpali, kalau Supri itu bagian talenta Rungkut FC,  dimana bakatnya sudah terlihat sejak usia 8 tahun, dan terbukti saat ini Supri jadi kebanggaan masyarakat Kota Surabaya, dan sudah terpantau oleh banyak pihak, apakah itu Walikota Surabaya, maupun petinggi-petinggi di Jakarta.
 
“Sebagai penghargaan, Insya Allah Supri nanti, bersama beberapa teman, akan diberangkatkan oleh bu Risma (Walikota Surabaya) ke Liverpool, untuk sekolah sepak bola, entah berapa lama, yang penting ilmu yang didapat itu tidak semua diperoleh pemain seusia Supri,” katanya.
 
Masih Didik, kalau dengan munculnya Supri sebagai talenta Rungkut FC ini, diakui atau tidak, yang sekolah sepak bola di Rungkut FC ini luar biasa, dan semoga lahir generasi Supri berikutnya. “Insya Allah pasti ada, yang penting pelatih, pengurus, orang tua mendukung anaknya di Rungkut FC,” pesannya.
 
Terpisah, Wawali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana menyampaikan, sebenarnya itu sebuah hal yang luar biasa, dan kebanggaan buat Surabaya, artinya, ternyata dari klub yang mungkin tidak pernah terdengar, namanya, Rungkut FC, bukan klub-klub amatir yang selama ini berada di putaran  kompetisi internal Persebaya, ternyata bisa melahirkan pesepakbola yang luar biasa.
 
“Ada Evan Dimas Darmono, sebelumnya, artinya, sebetulnya talenta-talenta di Surabaya ini banyak, makanya harus ada pembinaan berjenjang, sebab biasanya, ancang-ancang pesepakbola muda di Surabaya itu ingin main di Persebaya, menggunakan baju Persebaya,” lanjutnya.
 
Sehingga, masih Wisnu, dirinya selalu berharap kepada Presiden Persebaya, Azrul Ananda, bagaimana bisa merangkul semua elemen persepakbolaan di Surabaya ini dalam satu naungan Persebaya, bendera kita sekarang tinggal satu, Persebaya dan itu sudah diakui oleh seluruh warga Surabaya, sehingga jangan lagi terkotak-kotak seperti  dulu.
 
“Sejarah yang dulu ayo kita buang, ayo kita bangun Surabaya lebih baik ke depan, menatap masa depan. Artinya tahun depan sudah harus satu. Saya juga menuntut, kalau saya sudah bantu Persebaya, maka sudah seharusnya, Persebaya juga harus membantu Surabaya,” pungkasnya, Minggu (14/10) siang. Dari kabar yang beredar acara ke Liverpool dilaksanakan 19 November mendatang. (har)

Create Account



Log In Your Account