Pengprov PABBSI Jatim Optimis Raih Delapan Emas PON XX Papua 2020
TARGET EMAS: Ketua Pengprov PABBSI Jatim Jeffry Tagore Saat Rakerda Pengprov PABBSI Jatim Di Surabaya, Sabtu (29/2/2020) Siang. (BM/ISTIMEWA)
By: harun
9 Mar 2020 13:45
 
 

SURABAYA (BM) – Pengprov Persatuan Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Jatim mencanangkan target delapan medali emas pada PON XX Papua 2020. Target tersebut dinilai KONI Jatim realistis. Kedelapan keping emas itu diharapkan tercipta dari cabang olah raga (cabor) binaraga empat emas, angkat besi tiga emas dan satu emas di angkat berat.

Menurut Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil usai membuka Rakerda Pengprov PABBSI Jatim di Hotel Santika, Surabaya, Sabtu (29/2/2020) siang yang lalu, bahwa target perolehan medali di PON 2020 Papua yang dicanangkan delapan emas oleh PABBSI Jatim itu realistis.

Untuk itu, pihaknya meminta agar target ini tetap dijaga, karena kalkulasi yang dilakukan oleh PABBSI Jatim sudah kelihatan dari berbagai even yang ada. “Jadi, tidak dalam hitungan di atas meja saja, tapi berdasarkan Pra PON dan even lain,” katanya kepada wartawan. 

Selanjutnya ia memberikan saran agar selalu monitoring terhadap rival-rival yang dianggap kuat dalam perolehan medali. “Kita juga harus tahu kekuatan-kekuatan provinsi lain, dan harus dilakukan. Saya perintahkan kepada PABBSI Jatim dan teman-teman lain yang punya akses untuk selalu memberikan informasi,” ujarnya.

Nabil juga tak khawatir dengan tampilnya beberapa atlet eks porprov di PON Papua, karena output-nya ketika ditandingkan dengan atlet daerah lain memenuhi standar nasional dan kelayakan bisa menang. “Atlet-atlet porprov daerah itu bagus-bagus. Ada dari Sidoarjo, Malang, Tuban, dan Nganjuk,” tandasnya.

Justru, Nabil bangga dan memberi apresiasi kepada PABBSI Jatim yang mengambil langkah rekrutmen terhadap atlet-atlet puslatda. Rekrutmen dilakukan secara sportif, terbuka dan obyektif, karena dari atlet-atlet yang dipromosikan di puslatda dan diikutkan ke PON adalah produk porprov. “Berarti ada regenerasi yang jalan. Berarti kekuatan-kekuatan di daerah berfungsi kembali, sehingga PABBSI Jatim selalu berharap untuk mendapatkan tambahan kontribusi SDM dari pengcab. Itu menjadi penting bahwa kontinuitas pembinaan berjalan dengan baik,” paparnya.

Kekuatan atlet puslatda angkat besi, berat dan binaraga Jatim, lanjutnya, mungkin 80 persen benar-benar berasal dari daerah. Proses rekrutmen itu melalui prosedur yang sportif juga dilakukan oleh daerah-daerah. Ada POR kabupaten, POR Kota, kemudian di porprov berprestasi sehingga direkrut PABBSI Jatim.

Ia berharap ke depan regenerasi harus tetap berjalan dan dipertahankan. “Jadi, mereka yang menang di porprov ini menjadi penting dan strategis, karena kegiatan olah raga di level masing-masing berjalan baik dan obyektif yang berkesinambungan. Apalagi, porprov sekarang dilaksanakan dua tahun sekali semakin kuat regenerasi, semakin obyektif dan promdeg-nya kelihatan,” tegasnya.

Disamping itu, Nabil juga mengapresiasi pelaksanaan Rakerda PABBSI Jatim, sebab dapat dijadikan forum strategis Pengprov PABBSI Jatim di tahun 2020. “Ada dua hal paling penting bagi KONI Jatim. Selain target delapan emas tersebut, yaitu program pemisahan posisi PABBSI menjadi tiga cabor, yaitu angkat besi, angkat berat dan binaraga,” timpalnya.

Jeffry Tagore Optimis Raih Delapan Emas PON XX Papua 2020

Sementara itu, menegaskan kepercayaan KONI Jatim, optimisme tinggi diusung Pengprov PABBSI Jatim dalam mewujudkan target delapan emas PON XX Papua 2020.

“Sudah kita sampaikan ke KONI Jatim, bahwa PABBSI Jatim targetkan delapan emas di PON Papua,” tegas Ketua Pengprov PABBSI Jatim, Jeffry Tagore di tempat dan kesempatan yang sama kala itu.

Menurutnya, target delapan emas itu lebih tinggi dibanding hasil yang diraih pada PON XIX 2016 di Jabar silam. Saat itu, atlet-atlet Jatim mendapat enam emas. Terdiri dari empat emas dari angkat besi dan dua emas dari binaraga. “Saingan berat tetap Jabar untuk angkat besi. Kalau binaraga masih didominasi Jatim,” ungkapnya.

Pihaknya sudah berhitung atlet-atlet mana saja yang diproyeksikan bisa memenuhi target delapan emas. Empat emas itu diharapkan diraih dari cabor binaraga atas nama Aryo di kelas 65 Kg, Komara (80 kg), Akbar (75 kg), Igits (85 kg). Angkat besi tiga emas dari Claudia (65 k4 pi), Eko Yuli (61 kg) dan Reynaldi (105 kg), serta satu emas angkat berat dari Sulton (93 kg).

“Sebagian besar mereka adalah atlet peraih emas dan perak di PON Jabar. Mereka akan didampingi sejumlah atlet yang direkrut dari Porprov 2019 lalu. Ada yang berasal dari Sidoarjo, Malang, Tuban dan Nganjuk,” tuturnya.

Rencananya, sebelum bertolak ke PON Papua, seluruh atlet yang ditargetkan medali emas akan diikutkan ke kejuaraan internasional di luar negeri untuk menambah pengalaman. “Dalam waktu dekat akan diterjunkan di kejuaraan angkat besi Great Silver di Malta. Di luar negeri ada tiga kejuaraan, yaitu great gold, silver, dan brown,” ujarnya.

Usai mengikuti kejuaraan internasional tersebut, seluruh atlet PABBSI Jatim akan digembleng dalam training camp di Kota Batu. Tak seperti beberapa cabor lain yang menggelar try out ke luar negeri, atlet PABBSI Jatim memilih training di Batu yang berhawa sejuk.


“Tahun ini tidak ada try out ke luar negeri. Hanya training camp di Kota Batu. Kami sudah bilang ke KONI akan start bulan Mei hingga menjelang PON Papua. Malah, Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung meminta agar tidak pulang dan langsung berangkat ke PON Papua,” timpal Jeffry. (run/adv)


Create Account



Log In Your Account