Pelatih Muda Di Era Industri 4.0 Dituntut Tidak Terkena Penyakit TBC
Ketua Panitia Workshop Pelatih, Dr Heri Sudarsono MM (berdiri) Di Lapangan Brigif 2 Marinir, Jum’at (27/12/2019) Siang. (BM/HARUN)
By: harun
27 Des 2019 15:31
 
 

SIDOARJO (BM) – Era industri 4.0 menghadirkan perubahan informasi global yang begitu cepat, termasuk perkembangan metode kepelatihan dalam sepak bola. Untuk itu, Askot PSSI Surabaya menggelar workshop kepelatihan “Surabaya Weekend Foot Ball Fest 2019” di lapangan Brigif 2 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Jum’at (27/12/2019) siang.

Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung, 27-29 Desember 2019 ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang melatih tim muda Liga 1 Elite Pro Academy, yakni Uston Nawawi dari Persebaya Surabaya, Ganesha Putera dari Persija Jakarta dan Guntur Utomo dari PSS Sleman.

Selama tiga hari, pelatih-pelatih asal klub anggota Askot PSSI Surabaya ini akan ditempa secara teori dan praktik, agar saat kembali melatih anak didiknya di SSB atau klub dapat mengembangkan pola latihan secara teknik dan taktik dengan lebih baik.

Menurut Ketua Panitia, Dr Heri Sudarsono MM mengatakan bahwa saat ini pelatih muda dituntut tidak terkena penyakit TBC (Tidak Bisa Computer). “Jadi pelatih muda ini dituntut menguasai komputer agar dapat mengikuti perubahan cepat sepak bola. Sehingga dari sini akan lahir Uston Nawawi, Evan Dimas, Andik Vermansyah berikutnya, yang mampu mengharumkan nama Indonesia,” katanya di sela-sela pelatihan.

Lebih lanjut, Doktor Heri (Biasa Disapa) menjelaskan, kalau kegiatan ini bagian dari agenda akhir tahun Askot PSSI Surabaya. “Askot sudah 3-4 kali melaksanakan pelatihan pelatih lisensi D, sehingga ini untuk menambah wawasan usai ikut pelatihan sebelumnya,” terangnya.

Berikutnya, Askot PSSI Surabaya juga akan menggelar kompetisi sebagai ajang untuk para pelatih ini menerapkan hasil mengikuti pelatihan. “Tentunya, kita akan menyiapkan kompetisi yang mengikuti agenda dari Asprov (PSSI Jatim, red), yakni U-13, U-15 dan U-17, maka dari itu kita akan selalu mengadakan workshop,” urainya.

Oleh sebab itu, Doktor Heri mengimbau kepada seluruh anggota agar selalu mengikuti tiap-tiap agenda Askot PSSI Surabaya. “Buat pelatih-pelatih dari 50 anggota Askot, supaya owner nya ikut mendorong pelatih-pelatih muda ini mengikuti agenda pelatihan Askot,” timpalnya.

Untuk kelas praktik sendiri, di lapangan dihadirkan anak-anak didik dari klub-klub anggota Askot PSSI Surabaya. Dan saat berita ini ditulis, hadir di lapangan siswa dari SSB Elfaza dan SSB Maesa. (han)


Create Account



Log In Your Account