Diwarnai Kartu Merah, Surabaya FC Tahan Satria Rajawali Pada Pekan Kedua Liga Askot Surabaya U-17
IMBANG: Kesebelasan SFC Sesaat Sebelum Memulai Babak Pertama Melawan SR, Minggu (15/3) Pagi. (BM/IST)
By: harun
15 Mar 2020 13:24
 
 

SURABAYA (BM) - Kesebelasan Surabaya Football Club (SFC) berhasil menahan imbang 0-0 tim Satria Rajawali (SR) pada lanjutan pekan kedua Liga Askot Surabaya U-17 2020 di Lapangan Klakah Rejo Surabaya, Minggu (15/3) pagi.

Begitu kickoff babak pertama dimulai, SR langsung melancarkan serangan bergelombang. Hingga 10 menit awal, SFC dipaksa bertahan dan hanya melancarkan serangan balik.

Komposisi pemain SR yang diperkuat jebolan diklat sepak bola binaan Dispora Kota Surabaya maupun pemain pengalaman lainnya, serta ditempa dalam kompetisi Internal Persebaya membuat mereka leluasa menguasai jalannya permainan.

Sementara itu, SFC harus mengais-ngais kembali para pemainnya yang ‘menghilang’ akibat vakumnya kompetisi selama bertahun-tahun. Praktis, selain memiliki pemain terbatas, juga dari sisi usia ada yang masih kelahiran 2005 atau masih kurang dari 15 tahun.

Namun, hal itu tidak menjadi halangan Surya dkk untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam membela klub yang pernah melahirkan mantan gelandang Persebaya Misbakhus Solikhin ini. Hasilnya, di 15 menit terakhir babak pertama, SFC perlahan mampu keluar dari tekanan SR.

Memasuki babak kedua, pelatih Bachtiar melakukan rotasi di barisan penyerang dengan menarik Kafila dan memasukkan Yoga. Hal itu, membuat serangan SFC semakin membahayakan SR. Sehingga mereka acapkali melakukan permainan kasar. Satu kartu merah dikeluarkan wasit untuk pemain bertahan SR karena menyikut.

Meski unggul pemain, SFC gagal memaksimalkan dua peluang emas mereka yang tercipta di mulut gawang oleh Fail dan tendangan bebas Alvyn Putra yang mampu ditepis penjaga gawang SR yang pernah berlatih di Tranmere Rovers FC Liverpool, Berry.

Secara umum kedua tim bermain sama baiknya hingga enak ditonton, namun tekstur lapangan yang licin dan kepemimpinan wasit yang ragu-ragu kerap merugikan kedua belah pihak sehingga membuat pertandingan beberapa kali sempat diwarnai ketegangan.

“Kualitas lawan (SR) bagus dan merata, sehingga kami sulit berkembang, namun kami mampu melakukan pressing dan berbalik menguasai permainan di akhir laga,” ujar Gajah, biasa disapa pelatih SFC Bachtiar usai pertandingan.

Dengan hasil tersebut, SFC masih mengumpulkan satu poin, karena pada pekan pertama kalah 1-3 dari TEO. “Pada pertandingan pertama lalu, pemain masih kaget dan sebagian berhalangan hadir. Kami harapkan ke depan, anak-anak semakin kompak,” timpalnya. (run)


Create Account



Log In Your Account