“Bebaskan Teman Kami”, Bonek Cs Ancam Duduki Kedutaan Malaysia
Suporter Sepakbola Se Jatim Menggelar Aksi Solidaritas Untuk Kawannya Yang Ditahan Di Malaysia.
By: admin
25 Nov 2019 19:22
 
 

Surabaya (BM) - Ratusan suporter yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di depan Sekretariat Asprov PSSI Jatim. Mereka mendesak PSSI dan peran Pemerintah untuk membebaskan suporter Indonesia berinisial A  yang saat ini tengah ditahan di Malaysia.

Aksi ini dilakukan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Bebaskan Teman Kami”. Selain itu, para suporter juga menyalakan flare dan menyanyikan yel-yel suporter diiringi tabuan drum.

Koordinator aksi Tulus Budi mengatakan pihaknya tidak bisa tinggal diam melihat rekan suporternya diperlakukan seperti teroris dan ditahan. Selain itu, para suporter di Malaysia juga mendapatkan perlakuan buruk.

"Kejadian saat kualifikasi Piala Dunia di Kualalumpur, di mana rekan-rekan kami sesama suporter mendapat banyak perlakuan buruk dan tidak adil dari pihak Malaysia. Ada beberapa yang mengalami luka pukulan, segala macam, ada yang sampai barang-barangnya diambil. Kemudian ada juga yang ditahan karena dianggap mengancam keamanan nasional Malaysia," kata Tulus di sela aksi di depan Sekretariat Asprov PSSI Jatim Jalan Ketampon Surabaya, Senin (25/11/2019).

Selain itu, Tulus ingin pihak Asprov PSSI Jatim juga lebih aktif dalam mendorong pemerintah membebaskan seorang suporter berinisial A. Sebelumnya, ada tiga suporter yang ditahan, namun dua di antaranya sudah dibebaskan.

"Kami datang ke sini, pertama untuk mendorong federasi agar hadir juga dalam masalah ini melalui asprov Jatim kita dorong agar bisa melakukan tindakan lebih konkrit yang selama ini mungkin yang sudah dilakukan oleh Sekjen PSSI. Kami harap mereka yang di PSSI tahu bahwa ini anak-anaknya dan ada kaitanya dengan timnas dan kami juga mendorong federasi untuk lebih aktif," imbuhnya.

Selain itu, Tulus menyebut aksi ini juga digelar bersamaan di beberapa daerah lain. Nantinya, Tulus mengecam akan melalukan tindakan lebih lanjut jika tak ada upaya dari PSSI Jatim dan Pemerintah.

"Hari ini sebenarnya teman-teman di Riau, Pekanbaru, hari ini juga jam 10.00 WIB mereka mengepung konjen Malaysia di Riau. Hari ini serentak, tapi izinnya di Jakarta belum bisa turun. Yang terlibat di aksi ini saya yakin semua. Karena membicarakan pra meeting ada Ultras Garuda season Jatim, ada yang dari Bangkalan, Lamongan, Mojokerto. Ada yang dari Garuda Wani, ada juga suporter lokal, ada Kaconk, Bonek semua tribun hadir. Saya yakin banyak yang datang," lanjut Tulus.

Di kesempatan yang sama, Bidang kompetisi dan Alih Status Pemain Asprov PSSI Jatim, Arif mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi para suporter ke PSSI pusat.

"Dari asprov Jatim aspirasi suporter akan kita tampung, dan kita akan teruskan ke PSSI pusat dan instansi terkait. Asprov PSSI Jatim menyambungkan aspirasi ini ke Jakarta. Nanti kita akan bersurat resmi terkait usulan teman-teman," pungkasnya.

 

Aksi di Grahadi

Usai menggelar aksi solidaritas di depan Sekretariat Asprov PSSI Jatim, ratusan suporter bergeser ke Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dalam aksinya, mereka mengancam akan menduduki Kedutaan Malaysia di Indonesia.

Hal ini akan dilakukan jika sampai batas waktu tertentu, Pemerintah Malaysia belum membebaskan seorang suporter berinisial A yang ditahan. Sebelumnya, ada tiga suporter yang ditahan, dan dua di antaranya sudah dibebaskan.

Ratusan suporter ini juga meminta pemerintah tidak menutup mata dan membantu rakyatnya yang ditahan. Para suporter tidak terima, rekan suporternya diperlakukan dengan tidak baik dan dituduh teroris oleh Pemerintah Malaysia.

"Suporter Indonesia yang sekarang lagi ditahan di Malaysia dituduh sebagai seorang teroris ini adalah kejahatan internasional seorang suporter dituduh sebagai seorang teroris ini adalah kesalahan besar bagi negara Malaysia," kata Presiden K-conk Mania Jimhur Saros di sela aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (25/11/2019).

"Kita akan segera menduduki kedutaan kalau tidak ada balasan dan tanggapan yang positif dari negara Malaysia dan yang kedua, pertemuan selanjutnya kalau (suporter) tidak dikeluarkan dari penjara, maka Grahadi kita akan tutup dengan lautan suporter, kita akan tutup jalan ini sehingga masyarakat dan pemerintah tahu bahwa kita mempunyai kekuatan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Jimhur juga mengecam tindakan Malaysia. Dia menyebut suporter Indonesia akan membalas jika Pemerintah Malaysia tidak meminta maaf kepada Indonesia.

"Apabila negara Malaysia tidak meminta maaf dan mencabut, maka kita akan balas perbuatannya kepada bangsa Malaysia dan pemerintah Malaysia. Kedua, kita mengimbau kepada seluruh pejabat yang ada di daerah maupun di pusat, sadarlah bahwa ada anak bangsa yang sekarang lagi ditahan di negara orang," imbuhnya.

Tak hanya itu, Jimhur menegaskan kekuatan suporter tidak main-main jika sudah bersatu. Hari ini saja, suporter dari berbagai wilayah di Jatim kompak menyuarakan aksinya.

"Hampir semua bonek dari Pasuruan, Sidoarjo lengkap ke Jawa Timur dari Bondowoso datang Jember dari seluruh lapisan pecinta bola suporter ini rata-rata hadir. Ndak ada warna. Ada yang dulu bermusuhan ada senggol, kita sekarang bersatu. Seluruh elemen suporter, sebagian ada di Riau sudah mendatangi konjen dan Insya Allah ini akan datang ke kedutaan Malaysia untuk menuntut bagaimana pertanggungjawabannya," tandas Jimhur.

Di kesempatan yang sama, pentolan Bonek Andi Peci menyebut pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan menggelar aksi-aksi lain hingga Pemerintah Malaysia membebaskan suporter berinisial A.

"Akan ada aksi yang cukup besar di Surabaya, ini adalah aksi awal. Akan terus kita lakukan sampai saudara kita yang ditahan di Malaysia, dibebaskan segera. Peristiwa yang terjadi di Malaysia bukan peristiwa yang biasa, itu peristiwa kekerasan yang dilakukan, pembiaran yang dilakukan pemerintah Malaysia terhadap rakyat Indonesia yang membela timnas Indonesia. Tentu kita tidak diam," tegasnya.

Andi berharap semoga aksi ini bisa menginspirasi suporter di daerah lain untuk ikut berjuang menyelamatkan rekan suporter yang ditahan di Malaysia.

"Semoga aksi ini akan memantik kota lain, tidak hanya di Surabaya, di berbagai daerah, besok dan seterusnya akan melakukan perjuangan, agar didengar pemerintah, Menpora dan Presiden untuk segera melakukan upaya diplomatik membebaskan satu orang saudara kami. Semoga besok Jakarta, Bandung, kota-kota lain akan aksi sebagai satu bagian gerakan bersama membela kedaulatan negara," harap Andi.(det/tit)


Create Account



Log In Your Account