Pernah Direkomendasi Tutup, PT MJL Tetap Beroperasi
By: redaktur
2 Ags 2017 22:31
 
 
SIDOARJO (BM) – Rencana Komisi D DPRD Sidoarjo menyidak PT Menara Jaya Lestari (MJL), sepertinya bakal menemui banyak kendala. Pasalnya, perusahaan berlokasi di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo itu pernah punya track record dengan DPRD Sidoarjo, khususnya Komisi A.

Beberapa anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan, pada September 2012 silam komisi A melakukan sidak menyudul adanya tengara pabrik obat nyamuk bakar Cap King Kong itu belum mengantongi izin seperti izin lokasi, IMB, dan izin HO meski sudah beroperasi selama empat tahun.

Komisi A DPRD Sidoarjo yang kala itu diketuai Mundzir Dwi Ilmiawan, legislator asal FPDIP, melakukan sidak ke lokasi bersama pejabat dinas terkait.

Namun ironisnya, rombongan sidak yang berisi para pejabat dari institusi resmi pemerintah itu terkesan dipandang remeh oleh PT MJL. Rombongan hanya disambut beberapa karyawan biasa yang tak memiliki kewenangan di perusahaan.

Komisi A selanjutnya berusaha menghadirkan Tarianto,yang disebut-sebut sebagai pemilik PT MJL untuk diklarifikasi dalam forum hearing di DPRD. Namun, lagi-lagi Komisi A dibuat geram, lantaran Tarianto tak pernah mau datang meski beberapa kali diundang. Komisi A akhirnya mengeluarkan rekomendasi agar PT MJL ditutup.

Sementara itu, Ketua Komisi D H Usman MKes, yang kali berencana kembali melakukan sidak, belum bisa memastikan kapan rencana itu akan direalisasi. Hingga Kamis (2/7) sore, politisi PKB itu masih sibuk mengikuti rapat Banggar. “Saya masih rapat mas,” cetusnya.

Sidak Komisi D terhadap perusahaan yang memiliki 222 karyawan itu, dilakukan menyikapi meninggalnya salah satu karyawan PT MJL, sesudahnya mengalami kecelakaan kerja pada Senin (31/7) lalu. “Kami sudah menyiapkan agenda untuk menyidak pabrik (PT MJL) itu,” kata Ketua Komisi D, H Usman.

Korban bernama Kholis yang merupakan warga Dusun Girang RT 11 RW 05 Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo meninggal dunia saat bekerja di PT MJL. Ia kala itu sedang menurunkan barang. Sialnya, Kholis diduga terpeleset dan terjatuh. Saksi mata mengatakan, dada sebelah kanan korban terlihat bengkak dan memar. Meski sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke RS Anwar Medika, nyawa Kholis akhirnya tak bisa diselamatkan.

Polisi sudah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi mata yang mengetahui peristiwa ini.

Penuturan sejumlah sumber, beraninya PT MJL bersikap seenaknya dan beroperasi selama bertahun-tahun tanpa izin, lantaran perusahaan ini dibekingi oleh oknum dari sebuah kesatuan. Tudingan ini pun makin menguat, tatkala Berita Metro yang berusaha mengonfirmasi peristiwa yang menimpa Kholis, ternyata diarahkan kepada seorang anggota kesatuan aktif yang disebut-sebut sebagai petugas keamanan perusahaan. (med/ded/udi)

Create Account



Log In Your Account