Elektabilitas Mas Iin Di Pilbup Sidoarjo \'Terganjal\' Kasus OTT KPK
By: budiarie
15 Mar 2020 22:16
 
 

SIDOARJO (BM) - Ahmad Amir Aslichin sepertinya harus kerja ekstra untuk bisa mewujudkan impiannya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Sidoarjo. Kasus OTT KPK yang menjerat Bupati Sidoarjo Saiful Illah (bapaknya) sedikit banyak akan mempengaruhi elektabilitasnya.
Pakar Statistika sekaligus Tenaga Ahli Tim Survei Pilkada ITS Agnes Tuti Rumiati merilis hasil survei di Surabaya pada Kamis (12/3) lalu. Disebutkan, elektabilitas bacawabup yang juga akrab disapa Mas Iin itu melorot akibat tergerus kasus korupsi yang menimpa bapaknya, Saiful Ilah Bupati Sidoarjo nonaktif yang saat ini tengah menjalani penahanan di tahanan KPK.
Hal ini terlihat dari hasil survei ITS-JTV yang menggunakan metodologi stratified sampling morgan dengan sampel 360 populasi warga Sidoarjo.
Dari hasil survei ini, elektabilitas Mas Iin hanya 1,65 persen. Sedangkan, jumlah responden yang sudah pasti tidak akan memilih Mas Iin sebanyak 52,07 persen. Bakal Calon Bupati Sidoarjo ini hanya memiliki peluang pada sekitar 46,28 persen responden yang belum menentukan pilihan.
Agnes Tuti Rumiati mengatakan, masyarakat memang kemungkinan menghubung-hubungkan kasus korupsi yang dialami Saiful Ilah dengan sosok Mas In. “Tidak menutup kemungkinan seperti itu. Tapi kalau kita lihat, sebetulnya yang kenal dengan Mas Iin belum terlalu banyak. Yang kenal Mas Iin itu cuman 14 persen (14,17 persen). Belum banyak,” ujar Agnes.
Ia menambahkan, hal ini juga jadi tantangan untuk Mas Iin jika tetap ingin maju di Pilbup Sidoarjo. Bakal Cabup ini harus mampu membuktikan jika sosoknya berbeda dengan Saiful Ilah.
Agnes menambahkan, dari hasil survei yang ada, peluang mas Iin menambah elektabilitas cukup rendah. “Peluangnya mas Iin itu, cuma 46 persen. Jadi yang bisa jadi pemilih itu agak kecil. Dibandingkan yang sudah memastikan tidak memilih. Tapi tetap harus dilihat suara seterusnya. Kan ini bukan hasil akhir, baru survei pertama. Kalau ingin yang tidak memilih jadi memilih, itu harus besar sekali effortnya,” jelasnya.
Dalam hasil survey ini, terungkap juga kriteria-kriteria utama dari seorang pemimpin yang diinginkan oleh warga Sidoarjo. Kriteria terpenting yaitu jujur dan tidak korupsi. Kemudian disusul kapasitas menyelesaikan beberapa persoalan seperti ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
“Kriteria pemimpin yang diinginkan, kalau kita lihat kriteria yang diinginkan, jujur itu nomor satu. Mereka menunggu siapa yang paling jujur diantara semua. Itu yang dipilih. Dengan punya sejarah bersih dari korupsi,” katanya.
Berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan Mas Iin guna bisa mendongkrak ektabilitasnya pascakasus OTT KPK tersebut. Salah satunya, dengan menggeber pencitrahan melalui pemasangan baliho di tempat-tempat yang dipandang strategis.
Baliho-baliho itu di antaranya berisi tulisan berupa janji-janji untuk memberikan tambahan dana 300-500 juta per dusun per tahun guna mewujudkan desa sejahtera. (nt/udi) 


Create Account



Log In Your Account