Dikabarkan Kena Blacklist, Malah Dapat Proyek-proyek Besar
Salah satu usaha pembuatan beton yang merupakan anak perusahaan PT Rudy Jaya di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo
By: Wahyu
18 Sept 2016 19:25
 
 
SIDOARJO (BM) - Untuk bisa tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat seperti saat sekarang, bukankan hal mudah. Perlu ada terobosan-terobosan yang mesti dilakukan supaya tetap bisa bertahan.
 
Seperti  itu pula yang dilakukan H Ghofur, Direktur PT Rudy Jaya, saat harus menghadapi persaingan yang semakin ketat. Salah satunya, dengan menggandeng pihak-pihak berkopenten seperti kalangan akademisi untuk menjaga kualitas pekerjaan.
 
“Bukan untuk menjadi pemenang dengan mengalahkan pesaing. Akan tetapi, tampil lebih profesional dengan terus menjaga kualitas kerja supaya hasilnya juga bisa maksimal seperti diharapkan,” ujar pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi bangunan itu, Minggu (18/9).
 
Dikatakan pengusaha konstruksi yang juga akrab disapa Abah Ghofur itu, kalangan akademisi yang digandeng di antaranya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Mereka dilibatkan dalam upayanya menjaga kualitas produksi pabrik beton miliknya di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
 
Gebrakan Ghofur dengan melakukan berbagai terobosan selama ini, memanglah tidaklah sia-sia. Setidaknya, semua itu bisa dilihat dari banyaknya proyek-proyek besar baik di tingkat provinsi maupun nasional yang dipercayakan dan dikerjakan oleh PT Rudy Jaya.
 
Menurut Abah Ghofur, untuk membangun kepercayaan terhadap instansi pemerintahan hingga menjadikanya sebagai rekanan yang benar-benar bisa dipercaya dan diandalkan, tidaklah muda seperti membalikkan telapak tangan.
 
“Butuh ketekunan dan kesabaran dengan proses yang sangat panjang, di samping harus pula bisa menunjukan kualitas dan kwantitas pekerjaan yang betul-betul profesional,” urainya saat ditemui di lokasi proyeknya yang berlokasi di pinggiran Kabupaten Mojokerto.
 
Diakuinya pula, ketatnya persaingan juga dirasakan saat beredar kabar miring yang menyebut perusahaannya terkena blacklist. Menanggapi hal itu, dia dengan tegas menyatakan kalau semuanya tidak benar. "Semua itu tidak benar. Kalau memang benar masuk catatan hitam, kan tidak mungkin PT Rudy Jaya bisa memenangkan tender lagi." ujar pria paro baya yang dikenal kalem itu.
 
Lebih lanjut dijelaskan, kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya itu belum tentu dimasukkan daftar hitam atau blacklist. Sesuai aturan baru, yakni Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Nomor 18/2014 tentang Daftar Hitam dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, terlebih dulu harus diperiksa dokumen paket pekerjaan dan mesti pula mengklarifikasi dengan melibatkan penyedia jasa atau barang. (cls/udi) 

Create Account



Log In Your Account