Antisipasi KDRT dan Trafficking Lewat Lomba Simulasi
Peserta lomba simulasi yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo nampak antusias mengikutiseluruh rangkaian permainan
By: Wahyu
15 Sept 2016 19:23
 
 
SIDOARJO (BM) Berbagai paya terus dilakukan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidaorjo guna mengantisipasi terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan trafficking (perdagangan manusia). Salah satunya, dengan menggelar Lomba Simulasi Penghapusan KDRT dan Traffiking di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (15/9).
Kegiatan lomba yang dibuka Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny. Hj. Anik Saiful Ilah itu, diikuti sebanyak 180 anggota TP-PKK kecamatan di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Ny. Hj. Anik Saiful Ilah dalam sambutannya mengatakan, lomba tersebut digelar untuk membekali anggotanya agar tidak menjadi korban KDRT dan traffiking. Lomba tersebut juga bagian dari sosialisasi UU 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT serta UU 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Ia mengatakan, dipilihnya permainan simulasi karena mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. Melalui permainan simulasi diharapkan berbagai pesan pencegahan dan penanganan kasus KDRT dan traffiking dapat diketahui oleh masyarakat luas.
Istri Bupati H. Saiful Ilah SH.M.Hum itu juga mengatakan, permasalahan KDRT dan traffiking adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak diharapkan mampu meminimalisir serta menghindari terjadinya KDRT dan tindak pidana perdagangan orang.
"Saya harapkan melalui kegiatan ini nantinya ibu sebagai kader dan warga PKK dapat memberikan kontribusi kepada keluarga, anak dan remaja serta masyarakat di lingkungannya dengan memberi pengertian dan pemahaman sehingga dapat terwujud keluarga-keluarga yang harmonis dan sejahtera,"pintanya.
Permainan simulasi yang dilakukan ibu-ibu anggota PKK mirip dengan permainan monopoli. Di atas meja permainan disediakan lembar persegi panjang yang terdapat kolom dengan gambar dan angka. Untuk memulai permainan, peserta diharuskan melempar dadu. Lemparan tersebut akan menentukan di angka mana dan gambar apa pion peserta berhenti. Selanjutnya, peserta simulasi diwajibkan menjabarkan isi dari kolom tersebut. Peserta juga dapat memeragakan maksud dari isi kolom yang diminta.
Dalam lomba simulasi tersebut tiga dewan juri dihadirkan. Pertama juri dari pendamping program PKDRT P2TP2A Kabupaten Sidoarjo sekaligus Dosen Fisip Umsida Dra. Luluk Fauziah M.Si, kemudian dari Unit PPA Polres Sidoarjo Murjiati serta dari pakar simulasi Soewignyo. (cls/udi)

Create Account



Log In Your Account