Wabup Timbul Terima Tim Penilai Lomba Teladan Jatim
Wabup Timbul Terima Tim Penilai Lomba Teladan Jatim
By: masip
30 Okt 2019 18:47
 
 

PROBOLINGGO (BM)  - Juru Pengairan Pakuniran Nurul Huda akhirnya masuk 5 (lima) besar dan kedatangan tim penilai Lomba Petugas Operasi dan Pemeliharaan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Rabu (30/10).

Kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja ini disambut oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko di rumah Juru Pengairan Pakuniran Nurul Huda di Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran.

Turut menerima kedatangan tim penilai adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo, Camat Pakuniran Hari Pribadi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pakuniran serta Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Sumber Daya Air Ria Lutvi Diarini, PPA dan Pekarya.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan lomba petugas operasi dan pemeliharaan teladan tingkat Provinsi Jawa Timur ini dimaksudkan untuk memotivasi setiap juru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tani, khususnya terkait ketersediaan air dan pengaturan pemanfaatan air secara optimal serta meningkatkan kompetensi masing-masing juru dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi di wilayahnya masing-masing.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah menyampaikan selamat datang kepada Tim Penilai Lomba Petugas Operasi dan Pemeliharaan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan penilaian di Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran dengan sukses dan lancar,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dengan membentuk struktur organisasi kelembagaan yang lengkap mulai dari Dinas PUPR, UPT Dinas PUPR, Juru Pengairan, PPA dan Pekarya.

“Di samping itu Pemkab Probolinggo telah mengalokasikan dana untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dari tahun ke tahun  meningkat. Tahun ini alokasi dana bidang SDA Dinas PUPR sekitar Rp 20 miliar. Demikian juga dengan komisi irigasi di Kabupaten Probolinggo yang telah aktif berjalan,” jelasnya.

Wabup Timbul menerangkan, untuk mendukung semua itu tentu harus didukung sumber daya manusia sebagai pelaksananya, salah satunya adalah juru irigasi yang tahun ini kembali dilombakan oleh Provinsi Jawa Timur. Untuk lomba kali ini Kabupaten Probolinggo diwakili oleh Nurul Huda, Juru Pengairan Pakuniran yang meliputi 16 daerah irigasi dengan panjang saluran tersier 3.025 meter dan saluran sekunder 145 meter.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pembina dan penilai tingkat kabupaten yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik mengantarkan Nurul Huda mewakili Kabupaten Probolinggo mengikuti lomba tingkat provinsi. Khusus untuk saudara Nurul Huda, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya telah melangkah hingga penilaian tingkat provinsi sebagaimana berlangsung hari ini,” terangnya.

Lebih lanjut Wabup Timbul menerangkan  bahwa besar harapannya dan tentunya harapan masyarakat Kabupaten Probolinggo, dari hasil kunjungan lapangan ini bisa mendapatkan nilai maksimal. Selanjutnya jika memang ditakdir untuk menjadi juara, perwakilannya siap untuk diikutserakan sebagai wakil Jawa Timur dalam lomba pemilihan petugas operasi dan pemeliharaan teladan tingkat nasional.

“Selamat melaksanakan penilaian kepada tim penilai tingkat Provinsi Jawa Timur. Kami harap tim penilai dapat melaksanakan tugas sesuai dengan kriteria dan instrumen penilaian yang telah ditetapkan. Dengan demikian diperoleh hasil yang benar-benar kompeten dan dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja mengungkapkan lomba petugas operasi dan pemeliharaan teladan tingkat Provinsi Jawa Timur ini dilakukan rutin setiap tahun sebagai salah satu jenis pembinaan kepada petugas operasi dan pemeliharaan kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jawa Timur.

“Untuk hasil semua pembinaan ini kita nilai di dalam lomba untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan sudah masuk ke petugas di lapangan. Setidaknya semua petugas menjalankan tugas sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Tambeng, lomba ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan pembinaan kepada petugas operasi dan pemeliharaan di seluruh Jawa Timur. Hasilnya kalau sudah bagus harus terus ditingkatkan, inovasi-inovasi terus harus dilakukan dalam pembinaan bidang irigasi.

“Selain di Kabupaten Probolinggo, penilaian ini juga dilakukan pada juru pengairan di Kabupaten Malang, Tuban, Bojonegoro dan Situbondo. Dari kelimanya ini semuanya bagus dan mempunyai nilai masing-masing. Nanti terserah juri melalui inovasi-inovasi yang akan menjadi pilihan tertinggi, termasuk dukungan dari Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Tambeng menjelaskan bahwa penilaian lapangan ini memiliki porsi nilai sebesar 60% dan sisanya 40% penilaian pada waktu sarasehan. Kalau nilainya baik, jangan puas dan berhenti untuk berinovasi. Karena ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan irigasi kepada masyarakat.

“Penilaian petugas operasi dan pemeliharaan teladan ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Jika Kabupaten Probolinggo ini nantinya juara, maka harus mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional. Kehadiran Bapak Wakil Bupati Probolinggo ini merupakan nilai tersendiri dalam penilaian sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

Selanjutnya tim penilai Lomba Petugas Operasi dan Pemeliharaan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur ini melakukan aspek penilaian administrasi perkantoran dan cek langsung lapangan. (sip)


Create Account



Log In Your Account