TNI Limbah Plastik Dan Program Gubernur Jatim
Salah Satu Upaya Kodim 0820 Untuk Mengurangi Plastik Dengan Menjadikan Kreativitas Tinggi. (BM/SAIFULLAH)
By: syaiful_bm_prob
2 Okt 2019 18:20
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Target Jawa Timur mengurangi timbunan sampah plastik sebesar 30 persen pada 2025, membuat sejumlah pihak putar otak menjalankan program Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Bagi pemerintah daerah, selain menerbitkan regulasi pengurangan limbah plastik, beragam program zero plastik juga digenjot. Sementara instansi yang tak memiliki anggaran untuk itu, tetap melibatkan diri menyulap sampah plastik menjadi komoditi dengan mengandalkan kreativitas.

Menengok aktivitas TNI di Probolinggo misalnya. Sejak perayaan Hari Lingkungan Hidup Internasional dipusatkan di Probolinggo beberapa waktu lalu, tentara terus bereksperimen memanfaatkan limbah plastik.

Catatan beritametro, aksi prajurit ini bisa dijumpai di Kodim 0820 Probolinggo. Letkol Inf. Imam Wibowo, secara periodik bersama anggotanya menguji berbagai kemungkinan memanfaatkan limbah plastik berbiaya murah. "Kita otomatis saja terlibat menjaga lingkungan. Soal pemanfaatan limbah plastik ini, kita bantu program gubernur dan wali kota," kata Imam, saat dijumpai disebuah acara resmi di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Dia menyebutkan, TNI mencoba merespon target gubernur yang disampaikan lewat surat edaran gubernur Jawa Timur, Nomor 360/765/208.1/2019 tentang Imbauan Bebas Kemasan Plastik.

"Sekarang yang menjadi isu adalah sampah plastik, karena volumenya semakin meningkat. Total Jawa Timur untuk timbunan sampah adalah 17 ribu ton per hari dan itu bisa terus meningkat," papar Imam Wibowo.

Timbunan sampah plastik lambat laun terserap. Pada perayaan Agustusan lalu misalnya. Komandan-komandan koramil se Probolinggo, serentak mempercantik markas mereka dengan ornamen berbahan plastik.

Sebanyak 26 koramil yang ada, ditaksir menyerap hingga 130 kg. limbah plastik. Asumsi ini, kata Serma Dodik, anggota Kodim 0820 Probolinggo, jika dirata-rata tiap koramil memanfaatkan 5 kg. limbah plastik untuk ornamen Agustusan.

Sedangkan di Makodim 0820 sendiri, serapan limbah plastik saat itu ditaksir mencapai 300 kg.  lebih. "Pada gapura makodim saja, botol plastik yang disulap menjadi replika pesawat tempur itu saja sudah sekitaran 50 kg lebih. Belum lampion-lampiom sepanjang jalur masuk kantor pak Ndandim," tegas Khoirul, anggota TNI lainnya.

Disinggung langkah selanjutnya setelah sukses  di internal, Komandan Kodim 0820, Imam Wibowo, mencari jalan membuka pelatihan membuat briket dari sampah termasuk sampah plastik. Kata dia selain mengurangi timbunan sampah, hal ini juga untuk meminimalisir pelaku usaha yang sembarangan menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar. "Menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar itu, kalau suhunya tidak sesuai, akan mengganggu kesehatan," katanya.

Untuk diketahui, pada perayaan HUT ke 74 TNI, Kodim 0820 Probolinggo juga memprogram pemanfaatan limbah plastik melalui lomba ecobrik. Kegiatan hasil kordinasi dengan Walikota dan Bupati, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kelautan dan perikanan ini memamerkan beragam hasil kreativitas anak didik setingkat SMA dari plastik.

Diantaranya yang dipemerkan replika pesawat tempur dari botol plastik bekas, tank, senjata api, dan markas kodim. Ada juga replika jubah anti peluru berbahan tutup botol dan kemasan kopi, sampai replika tas ransel tentara.  "Selain jadi silaturahmi kebangsaan dalam rangka HUT TNI ke 74, Kodim 0820 Probolinggo, ini bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah," kata Imam.

Kodim berharap, kampanye pengurangan limbah plastik diikuti berbagai pihak.  "Juga kita gairahkan kreativitas dan terus mengkampanyekan minimalisir sampah plastik. Salah satunya memanfatkan menjadi seni maupun barang bermanfaat," tutup mantan Komandan Detasemen Intel, Kodam V Brawijaya tersebut. (eko)


Create Account



Log In Your Account