Tanaman Padi Terserang penyakit Kuning
Petani Desa Kamalkuning Kecamatan Krejengan, panen padi di sawah.
By: Wahyu
17 Jan 2017 19:42
 
 
PROBOLINGGO (BM) - Sejumlah petani di Desa Tamansari dan Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan adanya penyakit kuning menyerang tanaman padi mereka. Sementara, dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, baru mengecek lokasi padi yang terdampak, Selasa (17/1) siang.
 
Diketahui, penyakit kuning disebabkan oleh dua jenis virus bentuk batang Rice Tungro Baciliform Virus (RTBV) dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Kedua virus ini sama-sama menyerang tanaman padi pada bagian batang dan daun padi. Hingga menyebabkan tanaman padi menjadi kerdil, daun bewarna kuning jingga, disertai bercak-bercak bewarna coklat.
 
Abdullah (45) warga Desa Tamansari yang memiliki lahan tanaman padi seluas 1 hektare yang saat ini terserang penyakit kuning. Bahkan dia mengaku sudah jelas-jelas merugi sejak pertama mengetahui tanaman padi miliknya terserang penyakit kuning. 
“Dipastikan hasil panen tidak akan maksimal karena kena penyakit ini, tapi sedikitpun kami tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi penyakit ini, bahkan dari dinas pertanian pun tidak ada perhatian,” katanya
 
Diakuinya, kerugian sekitar Rp 15 juta sudah jelas diderita didepan mata.Lantaran modal untuk menanam padi dan perawatannnya hingga masa panen, tidak kembali. “Padahal, normalnya dari lahan satu hektare bisa menghasilkan hingga Rp 30 juta. Kalau dikatakan rugi, intinya kita tidak dapat apa-apa, padahal lahan itu kami hasil menyewa,” jelasnya.
 
Senada dengan Abdullah, petani lain, Sutowo (56) mengatakan, jika dirinya juga resah dengan penyakit kuning yang menyerang tanaman padi seluas 0,5 hektare miliknya, di Desa Randuputih. Menurutnya, serangan penyakit kuning kuning terus mengganas meski sebelumnya mengikuti saran dari dinas pertanian untuk mengeringkan lahan miliknya, dan kemudian melakukan penyemprotan menggunakan insektisida sebagai upaya pengendalian. 
 
“Tapi sia-sia, tetap saja tanaman padi kami terus menguning, justru areal tanaman padi yang terserang semakin meluas dan menyebar hingga ke petak sawah petani lainnya,” ujarnya.
 
Saat dikonfirmasi, kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Hasyim mengatakan jika pihaknya akan segera menurunkan petugas untuk melihat langsung areal terdampak penyakit kuning dikedua desa tersebut. Hasil pantauan di lapangan, rupanya penyakit kuning ini, karena tingginya kadar nitrogen dalam tanah. Sehingga ada unsur yang terperangkap, dan tidak dapat dilepas ke udara. Sehingga, menyebabkan penyakit kuning pada padi. 
 
“Cara penanganannya mudah sebetulnya, cukup megeringkan tanah, sehingga keasamannya berkurang. Gunakan pupuk berimbang, seperti NPK, agar kembali normal. Untuk penggunaan urea, sebaiknya dihentikan dahulu,” kata petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (PPOPT), Sucipto. (sip/dra).
 
 

Create Account



Log In Your Account