Pemkab Probolinggo Target Desa Terbentuk Kampung Iklim
Pemkab Probolinggo Target Desa Terbentuk Kampung Iklim
By: masip
31 Okt 2019 14:14
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Pemkab Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan Desa Bhinor Kecamatan Paiton dan Desa Watupanjang Kecamatan Krucil untuk mendapatkan tropy dan sertifikat dalam penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional. Hanya saja, baru Desa Bhinor yang berhasil mendapatkan tropy dan sertifikat tersebut.

Sementara Desa Bermi Kecamatan Krucil dan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan berhasil naik kelas dalam penilaian Proklim dari Madya ke Utama. “Tentunya keberhasilan ini merupakan wujud dari komitmen kepala desa bersama masyarakat untuk bersama-sama melakukan pelestarian lingkungan,” kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sutopo.

Sepanjang tahun ini, DLH telah melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2016 Tentang Program Kampung Iklim dan Pembentukan Kampung Iklim.

“Selama Januari hingga April 2019, telah terbentuk Kampung Iklim di 10 desa/kelurahan. Yakni, Kelurahan Patokan, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kelurahan Sidomukti, Kelurahan Kandangjati Kulon dan Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan. Selanjutnya, Desa Sukomulyo dan Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Desa Randutatah Kecamatan Paiton, Desa Betek Taman Kecamatan Gading serta Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan,” jelasnya.

Setelah PAK, DLH melakukan pembinaan bagi desa-desa yang ada di 10 kecamatan. Meliputi, Kecamatan Besuk, Pajarakan, Kotaanyar, Pakuniran, Paiton, Tegalsiwalan, Gending, Banyuanyar, Krucil dan Krejengan.

“Untuk hasil dari pembentukan Kampung Iklim masih menunggu dari Surat Keputusan (SK) kepala desa. Sebab pembentukan Kampung Iklim ini tergantung dari komitmen kepala desa dan tokoh masyarakat. Tentunya ini akan menjadi bahan pada pembinaan tahun berikutnya,” terangnya.

Menurut Sutopo, pembentukan Kampung Iklim ini berfungsi untuk menemukan peran serta dan partisipasi masyarakat untuk mau berbuat dan bertindak terhadap kelestarian lingkungan yang tujuannya sebagai upaya penanggulangan dampak perubahan iklim. Hal ini seperti sebuah bentuk kewajiban desa dalam membentuk Kampung Iklim.

“Dengan Program Kampung Iklim ini diharapkan kita terhindar dari bencana alam termasuk bahaya banjir, kekeringan dan tanah longsor. Ketahanan pangan bisa terjaga dan terhindar dari penyakit akibat perubahan iklim, erosi laut, banjir rob serta tidak terjadi penumpukan sampah, terutama sampah plastik. Karena Kampung Iklim ini kompleks sehingga ditangani oleh 21 OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” tegasnya.

Sutopo menerangkan hal nyata yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mendukung Proklim adalah tidak membuang sampah sembarangan, pengurangan sampah plastik atau menamam satu pohon di rumahnya.

“Itu sudah menyumbang dan membantu Proklim. Masyarakat tidak tahu bahwasanya satu pohon kalau sudah besar bisa menghasilkan 2,5 kg oksigen yang akan digunakan oleh semua makhluk hidup. Targetnya tahun 2026 mendatang, seluruh desa di Indonesia sudah terbentuk dan melaksanakan Proklim. Tujuan akhirnya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26%,” pungkasnya. (sip)


Create Account



Log In Your Account