Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Dan Bea Cukai Probolinggo Gandeng Media
Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Di Bidang Cukai Di Salah Satu Rumah Makan Di Kecamatan Dringu
By: masip
8 Nov 2019 13:03
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Probolinggo, ajak peran media untuk memberantas rokok ilegal yang beredar di 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo.

Ajakan ini dilakukan melalui sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai di salah satu rumah makan di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Jum'at (8/11) pagi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian menjelaskan, Pemkab Probolinggo sendiri sudah melakukan himbauan pada seluruh masyakarat dan mengajak kepada semua pihak khususnya produsen dan pedagang rokok untuk tidak memproduksi, menjual, dan mengedarkan rokok tanpa cukai pita resmi.

“Selain merugikan negara dan masyarakat peredaran rokok ilegal juga melanggar hukum, khususnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dimana ada sanksi hukum bagi yang melanggar,”ujar Yulius.

Menurutnya, peran masyakarat dan media harus aktif dalam pemberantasan rokok ilegal yang beredar luas di 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo ini.

“Pemkab (Probolinggo) sendiri, sudah aktif dan terus akan berupaya memberantas rokok ilegal dan bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk salah satunya dari Satpol PP,"jelasnya.

Selain itu, mantan Camat Sukapura ini mengaku kaget begitu mengetahui rokok tanpa cukai masih beredar banyak di Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan akan terus menelusuri praktik jual beli rokok ilegal itu, darimana produksinya.

“Terpenting perlunya peningkatan pemantauan dan pengawasan secara lebih intensif dari berbagai elemen terkait serta mendorong peran Kadin,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Probolinggo, Bambang Sutedjo menyebutkanp kalau Rokok ilegal yang beredar di tengah masyarakat, sangat  mudah dikenali.

Diantaranya masih kata Bambang, tanpa dilekati pita cukai. Ada juga yang dilekati pita cukai, tapi bukan haknya atau tidak sesuai golongan, malah ada yang menggunakan pita cukai bekas.

“Ini perlu diperhatikan, supaya kita bisa mengantisipasi dan memberantas sedini mungkin peredaran rokok tanpa cukai atau cukai yang tidak sesuai peruntukannya,"ungkap dia.

Menurutnya, Bea Cukai secara rutin melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Hal ini sejalan dengan kampanye “Gempur Rokok Ilegal” yang tengah dijalankan Bea Cukai.(sip)


Create Account



Log In Your Account