Event Tempo Dulu Di Kota Probolinggo Menyisakan Masalah Hukum ?
Sibro Malisi Bersama Rekannya Saat Mengupas Event Kota Probolinggo Tempo Doeloe
By: masip
15 Nov 2019 23:37
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Pelaksanaan event rutin bertajuk Tempo Dulu, di Kota Probolinggo, menyisakan sejumlah masalah. Bahkan disinyalir akan beriplikasi hukum. Demikian dikatakan Ketua Komisi Dua DPRD Kota Probolinggo, Drs. Sibro Malisi, Jumat (15/11) malam. 

Menurutnya, banyak temuan pada pelaksanaan event itu yang perlu diluruskan. Antara lain penarikan uang lapak mengatasnakan biaya listrik dan kebersihan senilai Rp 250.000 per pedagang kecil tanpa tenda. 

Karcis permainan yang tidak diporporasi, penggunaan tenda produk yang disinyalir mengemplang pajak reklame. Karcis parkir yang tidak diporporasi dan pemberlakuan tarif tidak sesuai aturan. 

"Ini menjadi persoalan serius. Bukan kita mengebiri event tempo dulu ya. Satu hal lagi acara ini kok didominasi pelaku usaha luar kota.  Apalagi DKUPP saat ini tengah menyusun profil ukm dan ikm" cetusnya saat dijumpai wartawan beritajatim.com di lokasi acara. 

Lebih jauh, lanjut politisi NasDem itu, untuk meluruskan semua persoalan, ia akan memanggil semua pihak terlibat dalam event tersebut. "Saya kira ini sudah bukan waktunya kasih masukan ke Pemkot. Tapi langsung kita panggil. Kita luruskan. Kita akan mintai pertanggungjawaban mulai dasar hukum dan kemana uang tarikan itu larinya. Kalau nggak jelas ini ilegal," lanjutnya.

Tidak diperbolehkannya tarikan apapun terhadap peserta, terang mantan jurnalis senior itu, karena seluruh kegiatan sudah dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Probolinggo. "Saat dinas terkait merancang acara ini kan idealnya biaya listrik, kebersihan, pajak dan sebagainya sudah include didalamnya. KAK nya kan bisa dibaca. Kalau ada klaim sudah bayar pajak insidentil ini itu, saya akan cek dikeuangan," tegas Sibro Malisi. 

Terpisah, salah satu penanggungjawab event Tempo Dulu, Deka Udara, berkilah, jika pajak wahana permainan sudah clear. Namun tidak dia beberkan berapa jumlah setoran yang dia bayarkan. "Kalau pajak wahana permainan sudah saya bayar," katanya. 

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo, Alifurrohman, terang-terangan mengungkapkan, tarikan tidak hanya sebesar Rp. 250.000. Tapi ada yang mencapai sekitar Rp 2 juta. "Yang pakai tenda yang dari luar kota itu kabarnya ditarik hingga dua jutaan rupiah. Untuk yang peserta lokal pakai tenda ditarik Rp 1,5 juta," katanya. 

Pria akrab disapa Alif, itu berharap kasus ini diusut hingga tuntas. "Kedepan, soal pengusaha lokal UKM dan IKM diupayakan dilibatkan secara menyeluruh," tutup dia. (eko)


Create Account



Log In Your Account