DPR RI Dan Pemkab Tinjau Gudang Tembakau Di Probolinggo
DPR RI Dan Pemkab Tinjau Gudang Tembakau Di Probolinggo
By: syaiful_bm_prob
16 Okt 2019 18:09
 
 

PROBOLINGGO (BM) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan peninjauan ke gudang tembakau yang ada di wilayah Kecamatan Paiton, Peninjauan ini dihadiri oleh anggota DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si didampingi Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nanang Trijoko Suhartono, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Yulius Christian, Kepala Dinas Tenaga Kerja Hudan Syarifuddin, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Oon Hartono serta Forkopimka Paiton.

Kedatangan suami Bupati Probolinggo di gudang tembakau di wilayah Kecamatan Paiton ini langsung disambut oleh jajaran dari Gudang Garam Paiton. Selanjutnya mereka menuju ke ruang lobi untuk berdiskusi terkait perkembangan tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Hasan Aminuddin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Gudang Garam yang telah melakukan pembelian semenjak rakyat panen hingga panen rakyat selesai. “Saya menyampaikan terima kasih karena pembeli dalam hal ini Gudang Garam memiliki kesamaan niat untuk membeli tembakau rakyat sampai panen selesai,” katanya.

Menurut Hasan, petani itu wajib mandiri dan berdaya karena Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekuatan petani dan nelayan yang cukup memberdayakaan ekonomi Indonesia itu sendiri. Geografis yang disebut bahwa Indonesia adalah negara agraris dan nelayan.

“Maritim itu sangat luas sehingga saya berkewajiban kepada nelayan bagaimana meningkatkan kualitas dari tangkapan ikannya dan petani juga kualitas pertaniannya di Kabupaten Probolinggo mampu memberdayakan ekonomi rumah tangganya serta menyekolahkan dan mendidik anak-anaknya sampai selesai,” jelasnya.

Terkait harga tembakau yang saat ini mulai merosot lanjut Hasan, hal itu merupakan hukum dagang. Tingginya harga tembakau itu tentunya berbanding lurus dengan kualitas tembakau itu sendiri. Sementara, tembakau saat ini sudah sampai pada petik akhir. Sehingga harganya pun menyesuaikan dengan kualitasnya.

“Saya orang tani dan dalam ilmu petani tembakau, kualitas tembakau yang baik itu berada pada petik daun tengahnya. Bukan yang atas maupun bawah. Nah, harga petik daun tengah itu kemarin dibandrol dengan harga tinggi. Sementara yang lain menyesuaikan dengan kualitasnya. Di bawah itu dasar dan atas itu sudah bagian yang harus selesai dan kualitasnya sudah tidak baik. Tetapi inilah komitmen Pemerintah Daerah agar pihak pabrikan tetap membeli,” tegasnya.

Berkaitan dengan adanya kabar tembakau luar yang masuk ke Kabupaten Probolinggo, Hasan menyampaikan bahwa hal tersebut sangat mustahil. Sebab, setiap daerah sudah memiliki gudang tembakau sendiri yang menyerap tembakau petani di daerahnya masing-masing. Sehingga sangat tidak mungkin jika itu dikirim ke daerah lain. Biaya pengiriman ke daerah lain kemungkinan bisa menguras laba yang diperolehnya dan tentunya itu menjadi perhitungan tersendiri bagi para petani.

“Selain itu, para pembeli di Kabupaten Probolinggo sudah profesional serta tahu mana kualitas dari luar Kabupaten Probolinggo dan dari Kabupaten Probolinggo sendiri. Para pembeli ini memasukkan dan menjual dagangan tembakaunya ke pabrikan itu sesuai dengan zona yang ditempatinya,” pungkasnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono menyampaikan kunjungan ke gudang tembakau ini merupakan salah satu ajang komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. “Sekaligus sebagai bentuk evaluasi bagaimana kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani. Sebab kualitas itu sangat berpengaruh kepada harga,” katanya.

Menurut Nanang, komunikasi kepada gudang ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan gudang untuk menerima hasil panen petani. Ternyata satu gudang ini siap menerima hasil panen tembakau.

“Mudah-mudahan nanti diikuti oleh gudang yang lain. Paling tidak jangka panjangnya tahu apa yang dikeluhkan dan diminta gudang nanti kita komunikasikan kepada petani. Kalau memang ingin tembakaunya diminati oleh gudang,” harapnya. (sip)


Create Account



Log In Your Account