KPU Kota Surabaya Perkenalkan Maskot Mars Jingle Pilwali 2020
MASKOT MARS JINGLE: Komisioner KPU Subairi (tengah) Dan Juri Lomba Wahyu Widodo Perkenalkan Maskot Pilwali Kota Surabaya 2020, Kamis (16/1/2020) Sore. (HARUN)
By: harun
16 Jan 2020 16:43
 
 

SURABAYA – KPU Kota Surabaya memperkenalkan maskot Pilwali Kota Surabaya 2020 dalam “Media Briefing Pengenalan Maskot, Mars, dan Jingle dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tahun 2020” di Aula KPU Kota Surabaya, Jl Adityawarman, Kamis (16/1/2020) sore. Hal ini dilakukan agar proses sosialisasi mengena ke seluruh elemen masyarakat.

Menurut perwakilan tim juri Wahyu Widodo, ada beberapa kriteria pemenang untuk lomba desain maskot, yakni sederhana, fleksibel dan memudahkan. Sebab maskot ini nantinya akan diturunkan ke media sosialisasi pemilu lainnya.

“Maskot sebelumnya bagus, tetapi saat diaplikasikan ke boneka, ternyata yang membuat kuwalahan. Jadi desain harus memudahkan untuk diturunkan ke media promosi lainnya, sehingga hasil gambar dan turunan tidak terpaut jauh,” katanya usai peresmian.

Lanjut Wahyu, untuk jumlah peserta lomba sendiri terbilang sedikit karena mepetnya waktu. “Idealnya, pengumuman lomba 1,5 bulan, tetapi kemarin hanya 10 hari,” timpalnya.

Untuk itu, pada saat pengumuman lomba dibuat se-Jawa Timur. “Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, justru dari Surabaya yang ikut sedikit. Karena khawatir peserta terbatas, maka diumumkan se-Jatim,” terangnya.

Sementara itu, untuk maskot, sempat muncul ide dari desainer, yakni bambu runcing, Bung Tomo, ikan sura dan buaya. Namun, oleh karena banyaknya model ikan suro dan boyo, maka proses penjurian dipersempit ke ikan sura dan buaya.

“Lalu, diteliti detilnya, maka dipilih yang simple, sehingga nantinya dapat diaplikasikan ke semua media publikasi Pilwali,” ungkap Wahyu.

Kemudian, penilaian untuk mars, dinilai selain suara musik yang enak didengar, juga syair. “Nah, pemenang yang paling lengkap, karena juga mampu sesuai durasi yang ditetapkan, juga tema mengena, lalu isi syair paling lengkap,” tuturnya.

Pernyataan Wahyu dibenarkan oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Subairi SPd mengatakan, ada beberapa bahan sosialisasi pemilu yang menjadi turunan maskot ini. “Ada badut, bolpoin, boneka, mug dan bahan sosialisasi lainnya,” jelas Subairi.

Lebih lanjut, Subairi menjelaskan, kalau maskot ini akan diberikan ruang untuk dipublikasikan kepada seluruh elemen masyarakat Kota Surabaya. “Sehingga nantinya bisa mengena dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Dari jumlah peserta, terdapat 36 kategori maskot, lalu mars ada 16 orang dan sebanyak 28 peserta untuk jingle. “Pemenang maskot Siska Wahyu Prasetyani asal Nganjuk, untuk mars Dian Wahyu Hudioro dari Sampang, dan jingle asal Surabaya Fajar Setya Kurniaji,” pungkasnya. (*)


Create Account



Log In Your Account