Kekeringan, Pemprov Jatim Berupaya Droping Air Bersih
By: era
6 Okt 2019 17:55
 
 

SURABAYA (BM) - Akhir-akhir ini, cuaca memang sangat panas. Karena itulah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur bersama ribuan warga menggelar Shalat Istisqa atau shalat minta hujan di Lapangan Mapolda Jatim, Minggu (6/10). 

Sholat Istisqa yang didahului doa bersama tersebut digelar menyusul kemarau  berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dan daerah lain di Indonesia. Turut hadir dalam sholat istisqa yakni Kapolda Jatim, Irjen Pol, Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi dan Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi, Ketua MUI Jatim,Mahasiswa,  Pelajar serta organisasi kemasyarakatan. Sholat Istisqa dipimpin oleh Ketua MUI KH. Abdusommad Buchori sementara istughostah dipimpin oleh ketua PWNU Jawa Timur Kyai Marzuki Mustamar.

"Melalui do'a bersama, istighostah serta sholat Istisqa, kami  mohon kepada Allah SWT untuk  menurunkan hujan yang berkah  agar kebakaran hutan lahan dan kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia segera berakhir serta bangsaIndonesia aman damai ," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. 

Khofifah mengatakan, sekitar 24 kabupaten/kota di Jawa Timur dilanda kekeringan. Akibatnya, selain warga kesulitan memperoleh air bersih juga mempengaruhi  hasil produksi pertanian.

Untuk mengatasi kekeringan tersebut, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim terus berupaya melakukan droping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

"Hingga saat ini, kami masih lakukan droping air bersih pada masyarakat yang membutuhkan air bersih," imbuhnya. 

"Semoga hujan yang turun membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan air. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan semuanya melimpah ruah," tambah Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, guyup rukun. Menurutnya, gesekan sekecil apapun yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan dengan cara duduk bersama dan tabayyun (klarifikasi). 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan mulai merata di seluruh Indonesia pada November. Puncak musim hujan sendiri diprediksi akan terjadi di awal tahun depan atau 2020. (hm/Era)


Create Account



Log In Your Account