Pemkab Probolinggo Sidak Agen Gas Elpiji 3 Kg
Pemkab Sidak Agen Gas Elpiji
By: syaiful_bm_prob
1 Okt 2019 11:06
 
 
PROBOLINGGO (BM) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pemantauan ke sejumlah agen dan pangkalan elpiji yang ada di Kabupaten Probolinggo, Senin (30/9). Selain Disperindag, turut serta dalam pemantauan tersebut Diskominfo (Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Probolinggo. Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan kekurangan pasokan elpiji ini sebenarnya terjadi sejak hari raya Idul Adha kemarin sampai saat ini. “Hal ini disebabkan banyaknya acara pernikahan dan selamatan haji yang dilakukan oleh masyarakat. Serta adanya musim panen tembakau di Kabupaten Probolinggo,” katanya. Sebenarnya menurut peraturan jelas Mahbub, pendistribusian elpiji ini dari Pertamina ke agen. Kemudian ke pangkalan langsung ke konsumen. Akan tetapi kenyataannya, dari pangkalan masih ada lagi kios-kios yang membuat harga elpiji di pasaran tidak sesuai dengan harga tertinggi. “Saat ini harga elpiji 3 kg masih sama dan stabil. Dimana harga dari Pertamina berada pada kisaran Rp 13.500/tabung, harga dari agen sebesar Rp 14.500/tabung dan harga dari pangkalan Rp 15.500-16.000/tabung,” jelasnya. Hasil pantauan di SPBE Gending diketahui stok lancar. Bahkan ada tambahan kuota untuk memenuhi permintaan yang ditetapkan oleh Pertamina. Sejak Rabu, Kamis dan Jum’at ada tambahan yang totalnya mencapai 20 truk dari Malang. SPBE Gending setiap hari mengeluarkan 560 tabung secara normal. “Dari hasil pemantauan yang kami lakukan pada sejumlah agen dan pangkalan elpiji, kami tidak menemukan ada bentuk konspirasi penimbunan elpiji pada agen dan pangkalan. Malah stok elpiji bertambah hingga 20 persen dari sebelumnya. Bahkan pihak agen PT Anugrah Gending menyatakan bahwa alokasi stok elpiji 3 kg tetap. Mulai Rabu, Kamis dan Jum’at lalu mereka juga mendapatkan tambahan alokasi totalnya 7 truk,” pungkasnya. Sementara Manager PT. Putra Anugrah Santa Maria mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah ada pikiran untuk melakukan penimbunan elpiji. Sebab hal itu sangat merugikan perusahaannya sebagai agen elpiji. “Buat apa melakukan penimbunan elpiji 3 kg. Itu tidak akan menambahkan pendapatan kantor. Sebab harga elpiji itu sudah ada HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah. Justru sebaliknya, melakukan penimbunan bisa merugikan perusahaan,” katanya. (sip)

Create Account



Log In Your Account