Mahasiswa Tewas Diserang Di Warung Kopi
Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel
By: admin
13 Nov 2019 17:40
 
 

Makassar (BM) – Sebanyak 10 orang terduga pelaku penyerangan mahasiswa Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel ditangkap aparat kepolisian. Korban AF diserang hingga tewas, saat sedang berada di warung kopi.

"Mereka diamankan karena masuk rekaman CCTV. Mereka ditangkap dari berbagai titik," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, Rabu (13/11/2019).

Kesepuluh terduga pelaku penyerangan mahasiswa UMI Makassar itu masih diperiksa polisi. Polisi akan memastikan peran kesepuluh orang dalam penyerangan pada Selasa (12/11) sore di lingkungan kampus UMI Makassar, Jl Urip Sumoharjo.

"Masih dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang itu oleh penyidik. Jadi akan dipilah-pilah dulu siapa yang punya peran," kata Yudhiawan.

Mahasiswa UMI Makassar, AF tewas karena sabetan senjata tajam. Penyerangan terjadi sekitar pukul 17.30 Wita, Selasa (12/11). Jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi.

Salah seorang rekan korban, AW, kepada polisi mengatakan, dirinya bersama 7 orang--termasuk korban AF--yang berada di warung kopi tiba-tiba diserang kelompok orang menggunakan penutup muka.

"(AW) bersama 7 orang temannya (termasuk korban tewas) minum kopi di lokasi, tiba-tiba sekitar 20 orang OTK (orang tak dikenal) menutup muka sambil membawa parang, badik, dan pipa besi langsung menyerang," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko.

 

Buru Pelaku

Polisi memburu 20 orang penyerang AF, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel. AF tewas diserang sekelompok orang berparang dan badik.

"Sudah ada (diduga pelaku) kita masih dalam pencarian. Yang sudah pasti sih sekitar 20 (orang)," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Kasus penyerangan mahasiswa UMI ini ditangani di Polsek Panakkukang dengan dibantu Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel. Polisi juga suda mempelajari rekaman CCTV.

"Ya rekaman itu saja, rekaman CCTV dan ada beberapa video amatir (yang dipelajari)," sebut Indratmoko.

Selain rekaman video, polisi juga telah memeriksa belasan saksi untuk mengungkap kasus kematian AF.

"(Saksi yang diperiksa) yang di sini dan di Polsek 15-an lah. Penanganannya Polsek, cuma kita back up dari Polres sama Polda," kata Indratmoko.

 

Dijaga Sebulan

Menyikapi kejadian itu, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel, bakal dijaga polisi selama satu bulan. Pengamanan dilakukan setelah mahasiswa Fakultas Hukum, AF, tewas diserang sekelompok orang berparang.

"Saya minta polisi membantu mengamankan kampus, paling tidak sampai dalam sebulan ini," ujar Rektor UMI Makassar, Basri Moddin, kepada wartawan di Rektorat UMI Makassar, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (13/11/2019).

Basri Modding mengatakan, pihak kampus dan kepolisian sedang menelusuri fakta untuk mengungkap kasus kematian AF.

"Kita bentuk tim pencari fakta, besok kami undang semua pimpinan, memaparkan apa hasil temuan mereka," katanya.

"Polisi akan menyelidiki, kami juga jalan, dari sini, kita lihat hasilnya, mana kewenangan polisi yang mana kewenangan kampus," imbuhnya.

"Sampai sekarang penyerang ini masih ditelusuri, baik internal kita di rektorat maupun kepolisian, kita akan telusuri dan kita akan cari sampai dapat," ujar Basri Modding.

Jika para pelaku penyerangan terbukti berstatus mahasiswa UMI Makassar, kata Basri, mereka akan dijatuhkan sanksi pemecatan.

"Jika dia mahasiswa, kalau kedapatan betul yang menikam, insyaallah kita pecat," ujar Basri.(det/tit)


Create Account



Log In Your Account