Korlantas Luncurkan Smart SIM, Wakapolri: Berikan Layanan Terbaik
Peluncuran Smart SIM
By: admin
22 Sept 2019 17:57
 
 

JAKARTA (BM) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meluncurkan Smart Surat Izin Mengemudi (SIM). Wakapolri, Komjen Ari Dono Sukmanto meminta, Korlantas terus berupaya meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan menghadirkan Smart SIM.

"Terima kasih atas kinerja personel lalu lintas dalam memberikan pengabdian terbaik pada institusi, masyarakat, bangsa dan negara," katanya dalam sambutannya di Hall Basket Senayan, Jakarta, pada Minggu (22/9).

Dia menjelaskan, personel lalu lintas memiliki fungsi penting dalam mendukung pembangunan. Mereka berada di garis terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.

"Oleh karena itu, performa dan kinerja lalu lintas, memberi pengaruh penting dalam pembentukan kepercayaan publik terhadap Polri," ujar dia.

Ari Dono berharap, berbagai capaian yang telah diraih tidak membuat jajaran lalu lintas polri cepat berpuas diri. Sebaliknya justru memicu semangat seluruh personel lalu lintas polri dalam menjalankan tugas.

Ari Dono juga meminta, para personelnya untuk menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat kepada Polri.

"Saya juga perintahkan pada seluruh personel lalu lintas untuk menghindari perilaku koruptif, arogansi kekuasaan, sampai dengan kekerasan. Berikan pelayanan terbaik pada masyarakat," tutup dia.

 

Tidak Terintegrasi e-KTP

Kepala Kepolisian Lalu Lintas Polri (Kakoralantas) Irjen. Refdi Andri menjelaskan SIM Pintar atau Smart SIM tidak berlaku seumur hidup sebagaimana E-KTP. SIM harus diperpanjang secara berkala.

"SIM sulit diberlakukan seumur hidup. Karena bagaimanapun orang kesehatannya akan berubah, konsentrasinya akan berubah, antisipasinya juga akan berubah pencermatan dan reaksi reaksinya juga akan berubah," jelas Refdi di Gedung NTMC, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/9).

Selain itu juga, lanjut Refdi, tidak semua yang mempunyai E-KTP memiliki kapasitas atau kompetensi untuk mempunyai SIM. "Tetapi bagaimanapun ini adalah kompetensi," ujarnya.

Ia mencontohkan seorang yang berusia 60 tahun, meskipun orang itu mempunyai E-KTP tapi secara kompetensi untuk mendapatkan SIM sudah tidak bisa karena keterbatasan yang disebabkan faktor usia. Misalnya saja penurunan daya konsentrasi dan kemampuan fisik.

Oleh karenanya, menurut Refdi akan sulit mengintegrasikan E-KTP dengan SIM Pintar terkecil hanya meminjam datanya saja dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). "Saya kira itu tak bisa disatukan. Kita nikmati pemisahan ini, dan kita nikmati bagaimana fungsi SIM itu dan bagaimana fungsi KTP," tandas Refdi.

 

Batas Pelanggaran

Korlantas akan menerbitkan Smart SIM atau SIM Pintar secara serentak ke pada 22 September mendatang. Kepala Kepolisian Lalu lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Refdi Andri, mengatakan penerapan SIM Pintar ini juga akan diikuti pemberlakuan sistem penilaian bagi pengendara.

Maksudnya, pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas selain akan diminta untuk membayar denda, juga diberikan poin buruk. Poin itu akan disimpan baik di dalam chip di SIM tersebut maupun server milik Korlantas.

"Bahwa semua pelanggaran yang ringan bobot 1, pelanggaran sedang 3, dan berat hingga 5," tutur Refdi di Gedung NTMC, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/7).

Refdi menambahkan, batas maksimal pelanggaran ialah 12 poin kesalahan. Bilamana seorang pengendara telah memperoleh 12 poin pelanggaran, maka bisa ditindak tegas dengan pencabutan SIM.

"12 poin (akan) dicabut atau ujian ulang pada saat pengendara melakukan perpanjang SIM," jelasnya.

Kendati begitu, Refdi tidak merinci pelanggaran-pelanggaran seperti apa yang bisa mendapatkan poin 5, yaitu pelanggaran berat, maupun poin 1 atau 3. Atau pelanggaran ringan dan sedang.

Refdi mengatakan uang yang ada dalam kartu tersebut tidak bisa diblokir. Oleh karena itu, dia meminta pemilik menjaga baik-baik SIM Pintar itu jangan sampai berpindah tangan apalagi terdapat uang di dalamnya.

"Itu jawabannya kemarin tidak bisa diblokir. Justru itu tingkat kehati-hatiannya menjadi sangat penting. Jangan sampai SIM-nya dikuasai oleh orang lain. Sebab uang itu ada di dalam chip bukan server Korlantas," katanya. 

 

Biaya Pembuatan Sama

Refdi Andri mengatakan, biaya untuk pembuatan Smart SIM ini sama seperti masyarakat untuk membuat SIM pada umumnya. Karena, tak ada perubahan biaya atau merugikan masyarakat jika ingin membuatnya.

"Jadi tidak ada yang berubah dari mekanisme pelayanan, sekuriti ditingkatkan, tidak ada juga yang berubah dari PNBP yang harus dibayarkan masyarakat. Jadi tidak ada satupun masyarakat yang dirugikan," kata Refdi.

Hal ini disampaikan dia usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembina Samsat Tingkat Nasional 2019 dengan tema 'Peningkatan Pelayanan Publik Yang Mudah, Cepat, Transparan, dan Akuntabel Dengan Berbasis IT' di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/8).

"Sama semua (biaya), semua sama. Tapi manfaat lebih banyak," sambungnya.

Ia pun menjelaskan, manfaat, fungsi atau kegunaan dari Smart SIM nanti bukan hanya sebagai Surat Izin Mengemudi saja. Melainkan juga untuk melakukan pembayaran dalam bentuk apapun, baik berbelanja atau untuk menaiki angkutan umum yang menggunakan kartu.

"Fungsinya ada uang elektronik yang bisa kita manfaatkan. Fungsi uang, apakah namanya 'Unik', tapi untuk uang elektronik ini juga sudah direstui juga oleh BI. Karena BI pun punya peran penting untuk menentukan siapa dan apa kepentingannya," jelasnya.

"Misal melakukan pelanggaran bisa melakukan pembayaran denda, kemudian belanja Indomart, tol juga, naik kereta juga, itu juga bukan kewajiban. Itu hak pemilik SIM, kalau dianggap perlu silakan diaktivasi. Di mana? Ya di BNI, BRI, Mandiri. Jadi uang elektronik itu bisa namanya pemilik SIM itu menaruh uang di sana dengan saldo maksimal Rp 2 juta," sambungnya.

Selain itu, keunggulan dari Smart SIM yang sudah bekerja sama dengan Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) ini adalah semua identitas teridentifikasi dan forensik kepolisian siapapun tercatat di server Polri.

"Jadi forensik kepolisian tercatat dan terdata dengan lebih baik di server kami, itu juga aman, tidak bisa dibuka, dilihat oleh siapapun. Terkunci dengan aman rapi dan kuat," ujarnya.

"Kedua, semua data pelanggaran yang dilakukan pengemudi, oleh pemegang SIM akan tercatat elektronik. Apa pelanggaran ringan sedang berat, atau pernah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan lain lain semua terdata elektronik. Juga pada sistem kita itu. Ini ada manfaat, kita bisa melakukan evaluasi secara lebih baik tentang perilaku pengemudi," sambungnya.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, cara agar masyarakat dapat memiliki Smart SIM ini dengan cara datang ke kantor Samsat. Karena, untuk pembuatan Smart SIM ini sama saja dengan pembuatan SIM yang lama.

"Untuk kartu yang lama itu hanya meneruskan. Jadi ada yang kami ubah dan sederhanakan. Contoh pemilik SIM yang kartu lama ada, nama titik dua Budi. Sekarang enggak, satu budi, dua bekasi 17 Desember 1963. Tiga tidak ada lagi alamat dikatakan di situ. Kemudian ada di sana ada tertera golongan darah, siapa tahu dibutuhkan pemberian darah secara cepat. DiSIMpelkan di situ," ungkapnya.

"Pemilik SIM lama dapat mengganti SIM baru ketika SIM-nya habis masa berlaku (perpanjang), jadi tidak juga masyarakat yang punya SIM sekarang dengan model lama buru-buru mengganti SIM, tidak. Masa berlaku akan habis pada waktunya, dan cermati itu kapan berakhirnya. Sebelum habis silakan lakukan perpanjangan," tambahnya.

Refdi menegaskan, dalam Smart SIM ini tak ada yang dirubah dalam segi pelayanan SIM. Terlebih, nomor registrasi yang tertera pada SIM akan berlaku sampai seumur hidup.

"Ada nomor registrasi, nomor itu akan berlaku seumur hidup. Nomor itu seumur hidup. Bukan SIM berlaku ya. Nomor SIM-nya. Jadi saat melakukan peningkatan itu SIM meningkat, kartu diganti tapi nomor tetap sama. Golongan SIM bisa berubah. Sekarang SIM saya A. Entar bisa jadi SIM A Umum kalau saya bisa pada saat mengemudi angkutan umum. Tapi nomornya tetap. Terus B1, tapi nomornya akan tetap," tegasnya.

Dengan adanya pembuatan Smart SIM ini, pihaknya akan memberikan reward kepada masyarakat yang tidak tercatat melakukan pelanggaran. Karena, Smart SIM ini bisa mengetahui pemilik SIM melakukan pelanggaran atau tidak.

"Kemudian pada saatnya kita juga bisa melakukan penghargaan kepada pemegang SIM yang tidak melakukan pelanggaran. Jadi ada reward dan punishment yang betul-betul secara elektronik kita lakukan penilaian," pungkasnya. (mer/tit)


Create Account



Log In Your Account