Bom Bunuh Diri Meledak Di Mapolrestabes Medan
Detik-detik Ledakan Bom Di Mapolrestabes Medan
By: admin
13 Nov 2019 20:41
 
 

Medan (bm) – Ledakan hebat diduga bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019). Terduga pelaku berinisial RMN tewas seketika, sementara 6 orang mengalamai luka-luka.

Dari hasil penyelidikan, Kepolisian menyatakan telah mengantongi identitas pelaku bom bunuh diri di halaman. "Pelaku berinisial RMN, usianya 24 tahun," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Rabu siang. 

Identitas pelaku diketahui berdasarkan sidik jari jenazah yang diambil oleh tim Inafis Polri. "Pemeriksaan tersebut, penyidik, dalam hal ini Inafis, berhasil mengetahui identitas tersangka di tempat kejadian perkara," ujar Dedi. 

Pelaku diketahui lahir di Medan dan berstatus mahasiswa/pelajar.  "Selanjutnya dari yang bersangkutan, akan dikembangkan lagi oleh Densus 88," lanjut Dedi. 

Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Sumatera Utara disebut juga sudah menggeledah kediaman pelaku. Saat ini, polisi tengah mengidentifikasi pelaku termasuk ke jaringan teroris mana. 

"Akan dilakukan pengembangan, apakah pelaku bagian dari jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) atau bukan," ujar Dedi. 

Diberitakan, RMN yang mengenakan jaket berlogo ojek online meledakkan bom bunuh diri di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu pagi.  RMN meninggal dunia di tempat dengan kondisi mengenaskan. 

Peristiwa itu juga menyebabkan enam orang menjadi korban luka ringan. Empat orang merupakan personel Polri, satu orang pekerja PHL, sementara seorang lain masyarakat biasa. 

Selain itu, sejumlah kendaraan yang terparkir di dekat TKP juga rusak ringan. Tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Inafis, Gegana, dan Puslabfor masih menggelar olah tempat kejadian perkara.

 

Polisi membawa tiga anggota keluarga terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Mereka dibawa untuk dimintai keterangan.

Salah satu yang dibawa adalah Atik, bibi dari RMN (24), terduga pelaku bom bunuh diri. Dia dibawa dari Jalan Jangka, Gang Tentram, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah.

Atik diketahui menghuni rumah yang dikabarkan sebagai tempat tinggal RMN. Polisi mendatangi rumah tersebut setelah mengetahui data terduga pelaku.

"Ibu tadi yang tinggal di rumah ini. Ini rumah keluarga kami," ujar sepupu RMN, Ilham.

Dia menjelaskan mereka memang besar di rumah tersebut. Namun, saat ini mereka hanya sesekali datang.

Selain polisi, warga sekitar berdatangan untuk melihat rumah terduga pelaku pengeboman Mapolrestabes Medan.

 

Aktif di Medsos

Dari penelusuran, RMN, terduga pelaku bom bunuh diri di Polretabes Medan cukup aktif di media sosial. Densus 88 juga melakukan pelacakan di dunia maya untuk mencari dugaan jaringan Rabbial.

"Ya nanti akan didalami, dari jejak yang ada di media sosial memang cukup aktif. Tapi semua rangkaian temuan Densus 88 akan dikaji, akan didalami, nanti faktanya akan kita sampaikan," ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Berdasarkan penelusuran sementara, RMN dinyatakan sebagai lone wolf. Namun polisi masih terus melakukan penelusuran. Terbuka kemungkinan adanya jaringan di balik RMN.

Polisi telah menggeledah rumah di Jalan Jangka, Medan, setelah bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan. Rumah tersebut diduga tempat tinggal terduga pelaku.

Pantauan di lokasi, pukul 12.50 WIB, Rabu (13/11/2019), terlihat polisi berada di dalam rumah tersebut.

Warga juga tampak berkumpul di depan rumah melihat polisi yang melakukan penggeledahan. Belum diketahui apa saja yang dicari dan ditemukan polisi di dalam rumah itu.

Polisi mengatakan pelaku diduga mengenakan atribut ojek online saat masuk Polrestabes Medan. Saat itu, pelaku disebut mengaku hendak mengurus SKCK dan sempat digeledah polisi karena gerak-geriknya yang mencurigakan.

"Ditegur oleh anggota, 'Mau ke mana, Pak?' 'Mau urus SKCK.' Buka jaket, dibuka, bawa tas apa isinya, nggak ada apa-apa. Digeledah tidak ada benda mencurigakan. Itu di luar Polres," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/11).

Polisi menyebut sebagian besar masyarakat berada di Polrestabes Medan saat bom bunuh diri meledak. Masyarakat disebut tengah mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Hari ini kan masyarakat cukup banyak membuat SKCK. Kejadian tersebut belum sampai ke sentra pelayanan SKCK," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Bom bunuh diri itu terjadi usai apel di Polrestabes Medan. "Iya (kejadian) selesai apel," sebut dia.

 

Tingkatkan Keamanan

Pascatragedi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Polda Jawa Timur turut meningkatkan penjagaan keamanan. Sejumlah polisi disiagakan lebih banyak di pintu masuk Mapolda Jatim.

Pantauan di lokasi, ada belasan polisi yang berjaga di depan gerbang Mapolda Jatim. Beberapa di antaranya terlihat menggunakan atribut lengkap dengan senjata laras panjang.

Selain itu, semua tamu hingga aparat yang masuk diwajibkan melepas seluruh penutup kepala, seperti helm, topi, jaket, dan masker.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membenarkan adanya peningkatan penjagaan. Barung mengatakan peningkatan keamanan ini memang untuk mengantisipasi pascaledakan bom bunuh diri di Medan.

"Penjagaan hari ini kita perketat seluruhnya dengan mengantisipasi hal-hal yang berkembang menyangkut kejadian di Medan," kata Barung saat ditemui di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (13/11/2019).

Selain itu, Barung meminta maaf kepada masyarakat jika tidak nyaman atas peningkatan pengamanan ini. Yang jelas, pihaknya hanya ingin mengamankan wilayah Jatim.

"Saya mohon maaf jika peningkatan pengamanan ini membuat masyarakat tidak nyaman. Tetapi memang semua diperketat sekarang demi keamanan. Nah, itu karena situasional yang meningkat," imbuhnya.

Saat ditanya apakah Polda Jatim telah meningkatkan status menjadi siaga 1, Barung menyebut belum. Karena situasi di Jatim masih terpantau aman dan kondusif.

"Tidak ada siaga satu, belum ada perintah siaga satu," pungkasnya.(det/tri/kom/tit)


Create Account



Log In Your Account