TPA Belahan Overload, Pemkab Siapkan TPA Baru
Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi Bersama Sekda Saat Memberikan Penjelasan Terkait TPA
By: indra
30 Des 2019 16:08
 
 

Mojokerto(BM)-Belum adanya pengganti TPA Belahan yang saat ini menjadi satu-satunya TPA untuk menampung sampah Kabupaten Mojokerto menjadi persoalan tersendiri bagi Pemkab Mojokerto. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto baru akan membangun TPA pengganti di Desa Karangdieng, Kutorejo tahun 2020 mendatang.  
Terkait hal ini DLH mewacanakan menyebar puluhan kontainer sampah disejumlah titik rawan TPS liar.  
"Pertengahan tahun 2020 mendatang kita baru membangun TPA seluas 4.5 hektare di Karangdieng, Kutorejo. TPA pengganti ini, karena TPA Belahan sudah over capacity," terang Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Didiek Chusnul Yaqin, Senin (30/12). Didik yang juga Assisten I bidang Pemerintah dan Kesra mengatakan TPA Karangdieng untuk menampung sampah dari eks. Kawedanan Jabung seperti Mojosari, Pacet, Trawas dan Kutorejo. Pihaknya tidak memungkiri Kabupaten yang mempunyai 18 kecamatan tersebut membutuhkan lebih dari satu TPA. "Sebenarnya kita butuh dari satu TPA.  Misalnya, diutara sungai untuk Dawarblandong, Jetis, Kemlagi dan Gedeg. Mojokerto barat, dan itu masih menjadi pertimbangan," ujarnya.  
Saat ini produksi sampah mengalami pertumbuhan yang pesat. Dalam beberapa tahun terakhir daerah ini mengalami pembukaan pemukiman baru. "Solusinya kita akan menempatkan kontainer-kontainer disejumlah titik rawan TPS liar. Ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," tambahnya. Sementara itu Plt. Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan pihaknya sedang mencari solusi masalah sampah. "Kita selesaikan itu. Sampah, bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi masalah kita semua," katanya..  
Pihaknya akan mengusahakan adanya bank sampah di desa-desa dan kontainer sampah di wilayah utara. Bahkan pemberian pandangan positif soal tradisi membuang sampah popok bayi di sungai. "Tak kalah viral yakni sampah popok bayi. Dibuang ke sungai biar anaknya nggak suleten.  Kita edukasi terus menerus untuk itu," cetusnya.(nan/dra)  

 


Create Account



Log In Your Account