Lewati Tol Sumo, Pengedara Diharap Hati-hati
Pemerintah menghimbau kepada para pengedara yang akan melewati Tol Sumo untuk berhati-hati, sebab jalan belum 100 persen jadi
By: Wahyu
29 Mei 2017 19:42
 
 
Surabaya(BM) Dinas Perhubungan Jawa Timur mengimbau kepada para penegdara yang akan melintasi jalur tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) diharap lebih berhati-hati dengan memperhatikan kecepatan rata-rata karena pembangunannya belum tuntas 100 persen.
"Bagi pemudik atau penegdara yang melewati jalan tol nantinya harus ekstra berhati-hati karena jalan tol masih belum tuntas pembangunannya 100 persen," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Senin.
Meski demikian semua segmen jalan tol yang sifatnya baru fungsional atau beroperasi sementara ini memiliki struktur minimal LC (land concreate), sehingga jalan tidak lagi berstruktur tanah, tapi sudah cor semen.
Dijelaskan, ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sudah bisa dilewati para pemudik, seperti "interchange" Waru-Krian yang panjangnya mencapai 18 kilometer telah difungsikan walaupun hanya satu jalur saja.
Pada interchange Krian-Mojokerto yang panjangnya 18,5 kilometer dan interchange Mojokerto-Mojokerto Barat dengan panjang tol lima kilometer sudah operasional sehingga pengguna tol akan dikenai biaya tol.
Sedangkan, untuk Mojokerto Barat-Jombang yang panjangnya 19,9 kilometer sudah bisa difungsikan "Khusus untuk yang sifatnya difungsikan, seperti ruas tol Waru-Krian masih gratis," ucapnya.
Menurutnya, meski secara umum tol Surabaya-Kertosono-Ngawi bisa dilewati pemudik, tapi ada ruas jalan tol yang belum bisa dilewati, seperti interchange Jembatan Kali Brantas-Wilangan yang panjangnya 36,4 kilometer dan interchange Ngawi-Widodaren yang panjangnya 20 kilometer.
"Jadi nanti arusnya bergantian. Semisal tol Sumo, saat mudik hanya untuk jalur Surabaya ke Mojokerto, sedangkan saat balik hanya dari Mojokerto ke Surabaya," jelasnya.(moj/dra)

Create Account



Log In Your Account