Cegah Corona, Cak Sholeh Minta Polisi Tidak Diskriminatif Melarang Cangkrukan Di Warkop
LAWAN CORONA: Pengacara M Sholeh Di Suatu Tempat Santai Di Kawasan Wisata Trawas, Mojokerto, Rabu (25/3/2020) Pagi. (BM/IST)
By: harun
25 Mar 2020 17:39
 
 

MOJOKERTO (BM) - Keluarnya Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid)-19 dengan memberlakukan larangan kerumunan massa mendapat sambutan positif Pengacara M Sholeh.

Larangan ini dikeluarkan mengikuti instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menerapkan social distancing atau menjaga jarak sosial.

Salah satu poin dalam maklumat itu, yakni tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Menyikapi hal tersebut, Cak Sholeh, biasa disapa, mengatakan bahwa adanya patroli dari pihak keamanan untuk membubarkan cangkrukan yang ada di warung kopi (warkop) itu bagus untuk menghindari merebaknya Virus Corona.

“Tetapi menurut saya, tidak adil dan diskriminatif, kalau yang nongkrong di mal, nongkrong di kafe-kafe mal itu, juga tidak dibubarkan,” kata mantan aktivis 98 ini lewat pesan video yang dikirim melalui telpon pintar dari Trawas, Mojokerto, Rabu (25/3/2020) pagi.

Lanjut Cak Sholeh, Maka menurutnya, kepolisian harus obyektif, tidak diskriminatif. “Siapapun, kalau memang tidak boleh kumpul-kumpul, baik itu di warung kopi maupun di mal, semua juga harus dibubarkan, supaya ada keadilan di dalam penegakan hukum mengantisipasi merebaknya Virus Corona ini,” pungkasnya. (run)


Create Account



Log In Your Account