Komisaris Utama PT BTI Dilaporkan Polisi
Pelapor,Didik serta Kuasa Hukum Pelapor, Pangeran Okky (kanan) saat menunjukan surat Laporan
By: Wahyu
24 Nov 2016 19:38
 
 
MALANG (BM)- ?Komisaris Utama PT Berkah Tobacco Indonesia (BTI) Arief Sudarmadji (61), dan Agung Andrianto (38), Direktur PT. BTI, keduanya merupakan warga Istana Dieng Timur IV, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jumat (18/11) lalu dilaporkan ke Polda Jatim. Karena, mereka dituduh melakukan penipuan dan atau penggelapan.
Pelapornya adalah Didik Syaifudin (37). Seorang warga Dusun Denok Wetan RT 3, RW 04, Desa Denok, Kecamatan, Kabupaten Lumajang. Didik adalah Kepala Cabang VIDEI, General Insurance yang berkantor di jalan Mayjend Pandjaitan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Didiek Syaifuddin melalui kuasa hukumnya, Pangeran Oky menjelaskan, bahwa permasalahan berawal dari PT. BTI mengajukan penjaminan untuk pembayaran pita cukai.
"Awalnya PT. Berkah Tobacco Indonesia, melalui Direktur Utamanya, Agung Andriyanto mengajukan penjaminan untuk pembayaran visa cukai kepada klien kami," terang Pangeran Oky.
Pada saat itu pihak Videi menerima skap dari Bea Cukai yang memberikan jangka waktu dua bulan untuk pembayaran dan harus ada lembaga penjaminnya. Jika dalam waktu tersebut tidak terbayar, maka pihak penjamin yang menyelesaikanya.
"Ternyata betul, setelah batas waktu berakhir, belum terbayar, akhirnya sertifikat dari penjaminan kami dimasukkan sebagai jaminan. Selanjutnya, pihak kami diberikan jaminan berupa Bilyart Giro (BG) senilai Rp5, 694 juta," lanjut Oky.
Dijelaskan, BG tersebut ada 5 lembar dan diberikan akhir tahun 2012, sementara tanggal pencairan tanggal 20/3/2013. Namun saat jatuh tempo pencairan, ternyata BG tersebut kosong. Ini dibuktikan dengan penolakan dari pihak bank dan menyatakan bahwa saldo tidak cukup.
Didik, selaku pelapor mengharapkan PT. BTI menyelesaikan seluruh tanggungannya termasuk dendanya. Pihak Vidie telah melunasi ke pihak Bea Cukai berikut dendanya.
"Total uang yang sudah kami lunasi ke Bea Cukai berikut dendannya sejumlah Rp 5,891 juta dan sudah ada bukti pelunasan tertulis,"jelasnya
Sementara, Arief Sudarmaji saat konfirmasi mengaku heran dengan yang dilakukan Videi. Menurutnya, tanggungannya tidak sebesar itu.
"Kami sudah melakukan pembayaran dengan mengangsur 4 kali dengan nilainya kurang lebih Rp 1,8 milyar. Selain itu, kami sudah serahkan aset pabrik rokok berikut tanggungannya, dan dia sudah melakukan expor dengan nilai sekitar Rp 1,5 milyar," terang Arif saat ditemui di rumahnya.
Pihak Arif juga menyerahkan dua sertifikat tanah yang ada di dua lokasi yakni di Blitar dan Malang. Namun akhirnya, aset pabrik diminta kembali karena selama satu tahun tidak membayar tanggungan pabrik.(lil/dra)

Create Account



Log In Your Account