Tasyakuran HPN, Wartawan Lamongan Dan Aspri Wapres Potong Tujuh Tumpeng
Suasana Tasyakuran Awak Media Dengan Aspri Wapres, Sholahuddin
By: komari
9 Feb 2020 17:33
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal pada tanggal 9 Februari diperingati di sejumlah tempat di tanah air. Di Lamongan peringatan tersebut digelar secara sederhana oleh sejumlah awak media bersama Aspri Wapres, Sholahuddin dengan tasyakuran memotong tujuh tumpeng.

“Semoga ke depan wartawan semakin profesional dalam menjalankan tugas dan selalu mengedepankan obyekfitas dalam menyajikan berita” kata salah seorang wartawan senior,  Nur Qomar Hadi saat membuka tasyakuran, Minggu (9/2), siang.

Menurutnya, sebagai seorang wartawan harus terus mengupdate informasi karena perkembangan informasi saat ini berkembang begitu cepat. 

“Jangan sampai sebagai wartawan ketinggalan informasi, karena berita yang akan kita beritakan kepada masyarakat itu harus berkembangan terkini. Tentunya harus akura” tegasnya.

Sementara itu, Aspri Wapres, Sholahuddin, mengatakan Hari Pers Nasional adalah tonggak sejarah. Perkembangan negara tidak lepas dari peran media.

“Hari ini kita syukuran dalam momentum yang spesial ini, perjalanan peran pers hingga sampai saat ini. Semoga dengan bertambahnya usia , spirit kebersamaan dan sinergitas mampu mempercepat pembangunan, khususnya pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan” kata Sholahuddin.

Menurut pria yang juga akan maju sebagai Bakal Calon Bupati pada Pilkada Lamongan mendatang ini, pers adalah ujung tombak dari semua apapun, dengan pers informasi bisa cepat untuk ditindaklajuti.

“Seperti persoalan pupuk yang di alami para petani tambak kemarin dengan adanya informasi, kemudian Menteri pertanian langsung meresponya hingga turun ke Lamkngan untuk menjawab solusi atas permasalahan pupuk bersubsidi," terang Kaji Shola, panggilan Sholahuddin.

Di sisi lain, Kaji Shola juga  menjelaskan tasyakuran dengan memotong atau menyuguhkan tujuh tumpeng dapat atau pitu tumpeng yang menurut filosofi jawa,Tujuh tumpeng adalah simbol pitulungan.

“Artinya diharapkan muncul pitulungan  bagi seluruh awak media dan seluruh warga Lamongan dalam menghadapi masalah-masalah untuk menuju Lamongan yang lebih sejahtera dan makmur” ungkapnya. (kom)


Create Account



Log In Your Account