Sepanjang Belum Ada Penetapan KPU, Maka PNS Sebagai Cabup Belum Ada Keharusan Mundur
Komisioner Bawaslu Lamongan, Amin Wahyudin
By: komari
2 Mar 2020 17:15
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan menegaskan PSN yang maju di pemilihan bupati dan wakil bupati di Pilkada Lamongan mendatang harus mundur, jika mereka secara resmi telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) setempat sebagai Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup).

 

Menurut Komisioner Bawaslu Lamongan, Amin Wahyudin, sepanjang belum ada penetapan pasangan calon oleh KPU, maka  PNS, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mendaftar sebagai calon belum ada keharusan mundur.

 

“ Hal tersebut diatur di Undang Undang Pemilihan pasal 7 ayat (2) huruf t tentang persyaratan calon. Dimana harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil serta Kepala Desa atau sebutan lain, sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon peserta Pemilihan”  kata Amin Wahyudin, Senin (2/3) siang.

 

Di sisi lain secaraterpisah, Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali, menyebutkan tahapan penetapan pasangan calon Bupati/ calon Wakil Bupati Lamongan di Pilkada mendatang pada dilakukan pada tanggal 8 Juli mendatang.

 

“Kemudian pengundian dan pengumuman nomer urut pasangan calon akan dilakukan pada tanggal 9 Juli mendatang” terang Mahrus Ali.

 

Seperti diketahui, Sekda Yuhronur Effendi yang merupakan salah satu PSN di Lamongan yang akan maju turut meramaikan pemilihan bupati dan wakil bupati mendatang.

 

Bahkan, Yuhronur, panggilan Sekda Yuhronur Effendi telah mendaftaran diri  di sejumlah penjaringan bacabup/cawabup yang dilakukan oleh sejumlah partai politik di Lamongan. ()


Create Account



Log In Your Account