Satreskoba Lamongan Ringkus 9 Tersangka Peredaran Sabu Dan Pil Koplo, Diantaranya Seorang Wanita
Kapolres Lamongan AKBP Harun Saat Menjelaskan Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu Dan Pil Koplo
By: komari
15 Jan 2020 17:14
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan dalam dua pekan terakhir berhasil mengungkap sejumlah kasus dugaan peredaran sabu-sabu dan pil koplo, serta berhasil meringkus sembilan tersangka, satu diantaranya adalah seorang wanita.

“Sembilan tersangka ini kemudian kita giring ke Satreskoba untuk menjalani proses hukum” kata Kapolres AKBP Harun, pada sejumlah awak media, Rabu (15/1) siang.

Diantara tersangka tersebut adalah berinisial AM warga Desa Panggang Kecamatan Glagah dengan barang bukti berupa 0,34 Gram sabu.

“Menurut hasil keterangan AM ini sabu selama 2 tahun terakhir, sedangkan barang bukti sabu, yang diamankan petugas adalah sebuah timbangan digital, HP, sebuah struk bukti transfer seperangkat alat hisap, 3 (tiga) buah sedotan, 1 (satu) bungkus plastik klip kosong 1 (satu) bungkus katenbad 1 (satu) buah kater 2 (dua) buah korek api gas” papar AKBP Harun.

Tersangka lainya adalah MNA warga Desa Sumu Genuk Kecamatan Babat, KS warga Jangkungsomo Kecamatan, SW, MR warga Desa Karangkembang Kec. Babat. HS warga Dusun Ngaglik Desa Karang agung Kecamatan Palang Tuban, 

“Tersanga berikutnya berinisial OK warga Bandungsari, Kecamatan Sukodadi, MN warga  Blimbing Kecamatan Paciran, YL warga Babat. Tersangka wanitanya adalah berinisila ST wargaKec. Kabuh Kabupaten Jombang. ” uangkap Perwira berpangkat dua melati di pundak tersebut.

Dari sejumlah tersangka yang kini harus menjalani proses hukum tersebutsecara kese;luruhan barang bukti yang diamankan petugas sebanyak 1.125 butir Pil Dobel L , sabu sebanyak 1,073 Gram, HP 7 buah, 1 unit sepeda motor, serta timbang digital 2 buah serta sejumlah alat hisap sabu.

Sesuai Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 112 menyebutkan (1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800. 000. 000,(delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8 miliyar.

“Sedangkan tersangka peredaran pil double L akan dijerat denganUndang-undang Nomer 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman jeratan pidana paling 15 tahun kurungan penjara” pungkas Kapolres AKBP Harun. ()


Create Account



Log In Your Account