Satreskoba Lamongan Ringkus 13 Tersangka Pengedar Sabu, Ganja Dan Pil Koplo
Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung Didampingi Kasatreskoba Iptu Khusen Menjelaskan Proses Pengungkapan Kasus Peredaran Sabu, Ganja Dan Pil Koplo
By: komari
8 Okt 2019 13:40
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan berhasil meringkus sebanyak 13 tersangka dalam kasus dugaan peredaran sabu-sabu, ganja dan pil koplo jenis double L. Mereka kemudian digiring ke Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum.

“Ke-13 tersangka tersebut merupakan tersangka dalam beberapa kasus yang berhasil diungkap Satreskoba dalam tiga minggu terakhir. Diantaranya kasus dugaan peredaran sabu, peredaran ganja dan peredaran pil koplo di wilayah hukum Polres Lamongan” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung saat didampingi Kasat Reskoba Iptu Khusen, Selasa (8/10) siang.

Menurutnya, dalam kasus dugaan peredaran ganja, baru kali ini petugas berhasil mengamankan barang bukti hingga setengah kilo gram  dari tangan tersangka.

“Dari keterangan salah satu tersangka, ganja tersebut dibeli dari Aceh dengan menggunakan alat tranportasi sepeda motor. Kemudian dijual di wilayah Lamongan. Dalam dugaan peredaran Ganja kita mengamankan dua tersangka, yaitu DS alias Bodong warga PlosoWahyu Lamongan dan SC warga Pasuruan” jelas Feby, panggilan AKBP Feby DP Hutagalung.

Sedangkan dalam kasus dugaan peredaran sabu-sabu, petugas Reskoba berhasil mengamankan tersangka berinisial AS warga Kecamatan Kembangbahu –Lamongan, AR warga Kecamatan Deket, Kecamatan Lamongan, TW warga Kecamatan Bluluk Lamongan. 

“Tersangka kasus duga peredaran sabu-sabu lainya adalah FAI warga Kecamatan Ngimbang, AS dan MS warga Kecamatan Kedungpring” jelas Feby yang juga memaparkan tersangka kasus dugaan peredaran pil Double L yang berhasil diringkus petugas adalah AY warga Kecamatan  dan HD wwrga Kecamatan Dander Bojonegoro. 

“Masing-masing tersangka dugaan peredaran sabu-sabu dan ganja terancam hukuman paling singakat 4 tahun kurungan penjara dan paling lama 12 tahun kurungan penjara karena dijerat dengan Undang-Undang Nomer  35 Tahun 2009 Tentang Narkotika” tegas Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung

Sedangkaan, tambahnya, tersangka peredaran Pil Koplo Double Ldijerat Undang-undang Nomer 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak satu miliar lima ratus juta rupiah” tegas Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung. () 


Create Account



Log In Your Account