Ribuan Petani Aksi Tolak Penghabusan Pupuk Subsidi Bagi Petani Tambak
Suasana Aksi Petani Tambak Di Depan Kantor DPRD Lamongan
By: komari
6 Feb 2020 16:14
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)- Ribuan petani tambak, diantarannya dari Kecamatan Turi, Kecamatan Kalitengah, Karanggeneng, Laren, Babat, Kalitengah, Glagah dan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, Kamis (6/2) siang melakukan aksi penolakan Permentan 01 Tahun 2020 tentang penghabusan subsidi pupuk untuk sub sektor perikanan budidaya karena dianggap memberatkan petani tambak.

“Kita mendesak pemerintah agar segera merevisi Permentan yang tidak berpihak petani tambak tradisional yang ada di Lamoangan itu, karena adanya Permenten tersebut ikan Bandeng atau ikan lainya milik petani dalam waktu dekat akan mati  mengingat tidak adanya pasokan pupuk untuk ikan atau udang tidak ada ” kata Kordinator aksi, Yusuf, Kamis (6/2).

Ribuan petani tambak tersebut kemudian melakukan long march, bergerak mulai dari Gedung Olah Raga (GOR) Lamongan, kemudian ke Kantor dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kantor Bupati setempat.

“ Kita mendukung gerakan petani tambak, makanya kita terus berupaya dengan Pemkab untuk mencarikan yang terbaik bagi petani” Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur. Saat menumui pendemo.

Namun, setelah beberapa saat setelah menemui pendemo, Ketua DPRD Lamongan itu digiring masuk ke barisan menuju ke Kantor Bupati Lamongan.

Akhirnya di Kantor Bupati, sejumlah perwakilan petani, Ketua DPRD Lamongan,  berdilog dengan Bupati Lamongan, Fadeli yang didampimngi Kapolres Lamongan, AKBP Harun Kepala Dinas Pertanian, Kepada Dinas Perikanan serta sejumlah pebajat di Pemkab Lamongan.

Dalam kempatan tersebut, Bupati Fadeli mengaku, sebelumnya Pemerintah Daerah Lamongan sudah melakukan upaya dengan menemui Kementrian terkait hal ini.

“Bahkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan sempat nginap selama tiga hari untuk mengawal surat dari kita terkait hal ini” ungkap Bupati Fadeli saat menemui perwakilan pendemo.

Dan, lanjutnya, setelah pertemuan ini, akan kita kirim lagi surat ke Kementrian untuk meminta rekom agar pupuk bersubsisi yang ada di Lamongan dapat dipakai untuk petani tambak sebagai solusi jangka pendek.

“ Maka kami berharap semua bersabar. Karena ini membutuhkan waktu” jelas Fadeli.

Ribuan petani tambak yang diantarannya dari Kecamatan Turi, Kecamatan Kalitengah, Karanggeneng, Laren, Babat, Kalitengah, Glagah dan Karanggeneng ini kemudian membubarkan diri, setelah Bupati Lamongan, Fadeli menemui mereka di depan Kantor Bupati Lamongan. (kom)


Create Account



Log In Your Account