Ngaku Dapat Gandakan Uang, Seorang Dukun Palsu Di Lamongan Diringkus Polisi
By: komari
17 Feb 2020 16:08
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Seorang dukun palsu di Lamongan berinisial AG warga Dusun  Mloko Desa Gempoltukmloko Kecamatan Sarirejo Kabupaten  Lamongan terpaksa diringkus Tim Satreskrim Polres Lamongan. Pria yang sehari sebagai buruh tani itu mengaku dapat menggandakan uang atau mendatangkan uang dengan meminta sejumlah uang pada korban.

Kapolres Lamongan AKBP Harun, menjelaskan kajadian terungkap atas laporan korban yang kemudian ditindaklanjut oleh petugas Satreskrim Polres Lamongan dengan penyelidikan.

“Akhirnya AG berhasil diamankan petugas, kemudian dilakukan proses hukum di Satreskrim Polres Lamongan” kata AKBP Harun, Senin (17/2) siang.

Menurut Harun, salah satu modus dari tersangka adalah memberikan karung yang berisi sesuatu pada korban. Di dalam karung tersebut akan berubah menjadi uang diikat dengan mahar sejulmlah uang dan burung dengan janji setelah 40 hari akan berubah menjadi uang yang lebih banyak.

“Tersangka AG ini menjanjikan uang sekarung dan karung yang diberikan hanya boleh dibuka setelah 40 hari, karena harus menjalani ritual terlebih dahulu, termasuk membeli burung gagak dan cicak rowo sebagai syaratnya” kata Kapolres Lamongan AKBP Harun pada sejumlah awak media, Senin (17/2).

Dan, lanjut Harun, setelah ditunggu selama 40 hari, karung tersebut itu dibuka ternyata berisikan daun pisang kering dan uang ratusan juta yang dijanjikan pelaku hanya bohong belaka. 

Penipuan tersebut terjadi saat korban bertemu dengan salah seorang teman lamanya. Saat itu korban berkeinginan untuk mempunyai uang banyak. Kemudian pada tahun 2019 lalu diperkenalkan kepada pelaku. 

Setelah berkenalan korban diberikan 5 butir berlian, namun korban terlebih dahulu dimintai uang sebesar Rp 5 juta sebagai mahar. Ternyata berlian yang diberikan palsu. 

“ Secara keseluruhan, korban mengalami kerugian hingga 450 juta. Sementara dari tangan pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua buah keris pusaka, satu samurai, giok hijau dan benda-benda pusaka lainnya” papar AKBP Harun.

Kini tersangka AG harus mendekam di sel tahanan Polres Lamongan, akan dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Petugas juga beharap agar warga lain yang merasa menjadi korban tipu daya tersangka segera melapor untuk dilakukan proses hukum. (kom)


Create Account



Log In Your Account