Maraknya Bimbel Sebagai Tanda Kegagalan Guru Menjalankan Proses Belajar Mengajar Di Sekolah
Anggota Komisi X DPR RI Prof Dr Zainudin Maliki M. Si, Saat Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Rabu (27/11) Siang.
By: komari
27 Nov 2019 16:59
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)- Maraknya lembaga bimbingan belajar (bimbel) sekarang ini merupakan salah tanda bahwa kegiatan proses belajar di sekolah yang mengalami kegagalan.

Demikian dikatakan Anggota Komisi X DPR RI Prof Dr Zainudin Maliki M. Si, pada sejumlah awak media, di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Rabu (27/11) siang.

“Kalau proses belajar mengajar berhasil, maka siswa secaranilai akan memahami seluruh pelajaran yang ada di sekolah. Artinya tidak memerlukan bimbel mengingat mereka sudah paham atas pengajaran yang terjadi di kelas”  terang Prof Dr Zainudin Maliki M. Si.

Di sisi lain, lanjut Zainudin Maliki, pendidikan tujuan adalah memanusiakan manusia. Maka pendidikan harus mampu menjawab tantangan saat ini.

“Kemudian siswa dibekali dengan modal yang maksimal untuk menghadapi tantangan itu” paparnya yang juga menjelaskan pendidikan anak itu harus untuk sukses bukan sekedar pintar.

Sementara itu terkait Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN itu berharap agar masyarakat memahami semakin memahani akar kehidupan.

“Idiologi Pancasila dan UUD 1945 menurut saya terancam dengan idiologi kapitalis. Maka sosisalisai harus terus dilakukan agar masyarakat benar-benar memahami, utamanya generasi muda” urai politisi dari PAN itu.

Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tersebut diikuti Angkatan Muda Muhammadiyah  Lamongan, diantaranya perwakilan Pemuda Muhammadiyah, NA, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan. () 


Create Account



Log In Your Account