Komplotan Pembuat Uang Palsu Diringkus Satreskrim Lamongan
Tersangka Saat Digiring Ke Polres Lamongan
By: komari
10 Okt 2019 13:10
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Tim Joko Tingkir Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan terpaksa meringkus tujuh tersangka yang diduga memproduksi uang palsu di Desa Girik Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Uang palsu tersebut akan diedarkan  ke tengah tengah masyarakat dengan modus penipuan penggandaan uang.

Mereka kemudian digiring ke Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya di Satreskrim.

Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagangung, pada sejumlah awak media, terbongkarnya dugaan pembuatan uang palsu tersebut berawal informasi dari masyarakat. Kemudian Tim Joko Tingkir Satuan Satreskrim melakukan penyelidikan. Dan bahkan sejumlah petugas menyamar sebagai pembeli di warung kopi di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah mendapat informasi yang valid, petugas kemudian melakukan penggrebekan lokasi kejadian di Desa Girik Kecamatan Ngimbang itu” kata AKBP Feby DP Hutagalung, Kamis (10/10) siang.

Menurutnya dari tempat kejadian perkara, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa mesin cetak atau printer, sisa tinta, uang palsu sebanyak 305 juta .

“Barang bukti yang berhasil diamankan atau disita berupa uang palsu pecahan seratus ribu berjumlah 2.989 lembar,  uang palsu pecahan lima puluh ribu. Sehingga secara  totol uang palsu yang diamankan 304.000.000 juta” ungkap Feby, panggilan Kapolres AKBP Feby DP Hutagangung.

Sedangkan, lanjut Feby, tersangka yang berhasil diringkus petugas diantaranya  berinisial ROM warga, SIN warga Nganjuk, SU warga Jombang, HE warga Jember, SAM warga Kecamatan Rejoso- Nganjuk. 

“Tersangka lainya adalah berinisial PAR warga Nganjuk, AH warga Wonosobo, sedangkan pemilik rumah yang digunakan untuk   pembuatan uang palsu melarikan diri dan menjadi pengejaran petugas” paparnya.

Feby juga memaparkan uang palsu tersebut akan edarkan ke tengah-tengah masyarakat dengan modus penggandaan uang.

Dan masing-masing memiliki peran yang berbeda, tersangka ROM memiliki peran pembuat uang palsu. 

“Uang palsu tersebut  kemudian uang tersebut dibeli SIN dengan harga Rp 8 juta.  Kemudian SIN diajak SU, HE, SAM, PAR, AH alias INDRA melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang” terang Perwira polisi berpangkat du melati di punak tersebut.

Terhadap korban dengan menjanjikan akan memberikan uang dalam jumlah besar dengan syarat harus memberikan uang sebagai mahar, namun jika setelah uang mahar diberikan kemudian korban diberi uang palsu yang masukkan kotak kardus. Dan akhirnya berhasil digrebek Tim Joko Tingkir Satreskrim Polres Lamongan.

Dan masing-masing tersangka dijerat UU RI No. 7 tahun 2011 dan Pasal 36 ayat 2 jo 26 ayat 2 UU RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 55 KUHP ancaman hukuman kurangan penjara selama 10 tahun. (kom)


Create Account



Log In Your Account