Komplotan Curanmor Di 30 TKP, Akhirnya Berhasil Diringkus, Satu Diantaranya Terpaksa Ditembak
Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung Didampingi Kasat Reskrim AKP Norman Wahyu Hidayat Jelaskan Modus Komplotan Curanmor
By: komari
30 Des 2019 20:06
 
 

Reporter: Komari S Praja

LAMONGAN (BM)-Satuan Reserse (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil meringkus komplotan pencurian sepeda motor di Lamongan, satu diantaranya terpaksa ditempat dibagian kaki lantaran berusaha kabur saat hendak diringkus.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, mengatakan komplotan yang terdiri dari FH, HI,  dan ED warga Kabupaten Lamongan serta IS asal Kabupaten Sampang, Madura tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.

"Ada yang erperan sebagai pemetik, kemudian 3 lainnya berperan sebagai joki sepeda motor hasil curian” kata AKBP Feby DP Hutagalung, didampingi Kasat Reskrim AKP Norman Wahyu Hidayat, Senin (30/12) siang.

Feby panggilan AKBP Feby DP Hutagalung memaparkan terungkapnya kelompok curanmor itu berawal dari tertangkapnya pelaku curanmor di Jalan Suwoko, Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan, pada tanggal 5 Desember 2019 yang sempat terekam CCTV, dengan pelaku FH sebagai pemetik dan HI yang mambawa lari hasil curian.

"Awalnya Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan berhasil menangkap salah satu pelaku, yaitu FH. Dari pengungkapan tersebut kemudian berkembang. Dan petugas berhasil meringkus HI, IS kemudian ED” ungkap Feby pada sejumlah awak media.

Menurutnya atas tertangkapanya para pelaku tersebut, juga terungkap kelompok curanmor itu diketahui tidak hanya beraksi di Lamongan saja, namun juga di Gresik dan Tuban.

"Dari keterangan yang dihimpun petugas, secara keseluruhan, komplotan ini telah melakukan curanmor di 30 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dan rincianya di wilayah Kabupaten Lamongan ini ada 22 TKP,kemudian di Gresik 7 TKP dan di wilayah Tuban 1 TKP. 30 TKP itu dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun,"terang Feby.

Selain meringkus pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 8 unit sepeda motor. Berdasarkan pengakuan para tersangka, sepeda motor hasil curian telah mereka jual ke penadah dengan harga rata-rata Rp 1,5 juta.

Kini keempat tersangka tersebut digiring ke Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum. Masing-masing dijerat pasal 363 KUHP denan ancaman hukuman selama 7 tahun kurungan penjara. ()


Create Account



Log In Your Account