Kemarau Terus Berlanjut,Warga Lamongan Shalat Istisqo Minta Hujan Di Dalam Bengawan Solo Yang Mengering
Proses Sholat Istisqo Minta Hujan Yang Digelar Di Bengawan Solo Yang Sudah Mengering
By: komari
31 Okt 2019 16:26
 
 

Reporter: Komari S Praja 

LAMONGAN (BM)-Musim kemarau di Lamongan hingga kini terus berlanjut, akibatnya sejumlah desa kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan minum, mandi dan mencuci. Kondisi tersebut membuat warga Dusun Poncol, Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah menggelar sholat Istisqo atau sholat minta hujan.

Menurut salah seorang perangkat Desa Sugihwaras, Muslik, sholat minta hujan atau sholat Istisqo di Bengawan Solo yang mengering tersebut baru pertama kali, sebelumnya dasar bengawan tak pernah mengering.

"Ini baru pertama kalinya, kami sholat Istisqo di tengah Bengawan Solo yang saat ini airnya sudah mengering," kata Muslik, kemarin.

Selain berharap agar segera turun hujan, warga juga berharap agar Bengawan Solo kembali terisi air, sebab selama ini banyak warga yang mengandalkan air Bengawan Solo untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di tahun-tahun sebelumnya memang air surut, tapi tak sampai mengering seperti saat ini. Semoga salat Istisqo yang kami dirikan ini dikabulkan Allah dan disegerakan turun hujan," tutur Muslik berharap.

Setelah Shalat Istisqo, warga juga menggelar istigotsah yang juga dilakukan di tengah-tengah Bengawan Solo yang mengering itu.

Seperti diketahui menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Lamongan, hingga awal Bulan Oktober lalu, akibat musim kemarau sebanyak 125 desa yangwarganya kekurangan air bersih.

Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin,  saat ini krisis air bersih akibat kemarau tidak hanya dialami warga yang tinggal di Lamongan selatan.

“Namun sudah meluas ke wilayah utara, yaitu Kecamatan Glagah yang melanda Desa Meluwur, Karang Turi, Wedoro, Jatirenggo, Kentong dan DesaWangen” kata Muslimin, saat itu.

Awalnya, papar Muslimin,    hanya ada 16 kecamatan yang terdampak kakeringan, namun kini telah bertambah menjadi 17 kecamatan termasuk di wilayah Kecamatan  Glagah.

“Kita sudah melakukan dropping air ke Kecamatan Glagah. Dan  17 kecamatan yang mengalami kekeringan di antaranya adalah Kecamatan Lamongan, Tikung, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Sukodadi, Sarirejo, Modo, Bluluk, Sukorame, Kedungpring, Sambeng, Glagah, Babat, Brondong, Karangbinangun menyusul Kecamatan Glagah” jelas Muslimin. ()


Create Account



Log In Your Account